lubangnya dibiarkan tetap seadanya
dan mereka datang dengan tiba-tiba
sesaat setelah langit berubah suasana
yang putih lalu abu-abu
bukan seragam mereka yang berlabelkan siswa SMA
tapi ada yang rindu dengan bumi
lalu dengan ucapan salam
datang dan melumpuhkan segala kerinduan
segala yang terpendam lalu tercurahkan
setelah dengan penuh kesungguhan
turun berbondong dan membasahi
mengisi lubang yang terbiarkan tak teranggapkan
meski tak mengartikan
karena datar jadi tak mengalir
tetap berdiam, dan tak bersikap sekecilpun perkara
mengubahnya menjadi danau
yang kecil namun dari kerinduan
berarti tak berartinya
bukan hal yang harus dipertentangkan
akankah mendayagunakannya
atau membiarkan
lalu yang menginginkan darah menjadikannya naungan
lalu menyesal karena terlambat
menjadi lubang yang menyakitkan
*Tsalisa Yuliyanti
dan mereka datang dengan tiba-tiba
sesaat setelah langit berubah suasana
yang putih lalu abu-abu
bukan seragam mereka yang berlabelkan siswa SMA
tapi ada yang rindu dengan bumi
lalu dengan ucapan salam
datang dan melumpuhkan segala kerinduan
segala yang terpendam lalu tercurahkan
setelah dengan penuh kesungguhan
turun berbondong dan membasahi
mengisi lubang yang terbiarkan tak teranggapkan
meski tak mengartikan
karena datar jadi tak mengalir
tetap berdiam, dan tak bersikap sekecilpun perkara
mengubahnya menjadi danau
yang kecil namun dari kerinduan
berarti tak berartinya
bukan hal yang harus dipertentangkan
akankah mendayagunakannya
atau membiarkan
lalu yang menginginkan darah menjadikannya naungan
lalu menyesal karena terlambat
menjadi lubang yang menyakitkan
*Tsalisa Yuliyanti


Posting Komentar