Unknown
berjalan dan terus saja
yang tak terhentikan meski mereka memanggil
berjalan terus
dengan kaki jenjang ku

berjalan saja terus

kakiku menapakki hak sepatuku
terasa amat sangat susah sekali
kaki bagian depanku di bagian bawah
dan yang belakang menjulang tinggi

elok kataya
namun merasa tersiksa
itu bagaimana?

merasa cantik
namun tak menyamankan
seperti apa rasanya?

berjalan ya dengan kaki
kaki itu perlu penyamanan
apa kah dengan hak itu?

coba kita bertanya pada
pada kaki ku
"nyaman kah kau kaki ku?"
"untuk?"
" hak yang ku berikan padamu"
 hak ini bukan apa yang seharusnya dia dapatkan
hak ini menyiksanya
memaksanya merubah posisi
dari nyaman menjadi resah
memang
dari biasa menjadi tak biasa

untuk apa si cantik?
yang menyiksa diri
padahal cantik yang menyamankan saja banyak cara

hak itu tak bersalah
aku yang bersalah
telah menyiksa kaki ku dengan hak ku


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
sampai waktuku telah berlalu
dan memalingkan segalanya
pada sisi yang menyamankan
berhenti menulis dalam lembaran kosong yang sudah sedari dulu di siapkan

terhenti mungkin dapat dikatakan
mengungkapkan kegelisahan yang tak berarti
menumbuhkan semangat yang kemarin berdiam
dan memulainya dari awal

bukan penyesalan dan kekecewaan yang muncul dari lubuk hati
hanya saja
menjadikan bahan untuk ku bisa merubahnya lebih baik
lebih bermakna
dan menjadikannya bermanfaat

ini salah sendiri
hanya saja kau yang istimewa
yang seharusnya kau dan aku tak bersua
meski hanya singkat, namun mengena
untuk kku, mungkin tidak untuk mmu

tak ingin ku berucap maaf
sesama jahat jangan saling menghakimi
tak ada yang benar,
tak ada yang salah

kita, sesama jahat
sedari awa-----
sampai akhir

Unknown
Kehilangan dirimu
Menyakitkan nurani
Separuh nyawa terbawa
Menyisakan perih di hatiku
Baiknya semua kenangan yang terindah
Tak ku balut dengan tangis
Baiknya setiap kerinduan yang merajam
Tak kuratapi penuh penyesalan
Ku hanya terus berharap
Ini bukan kenyataan
Kau pergi tinggalkan dunia fana
Akhiri kisah asmara kita berdua
Reff:
Baiknya semua kenangan yang terindah
Tak ku balut dengan tangis
Baiknya kulepaskan
S’gala kepedihan tuk merelakanmu
Benarkah semua ini terjadi
Betapa kumencintai dirimu
Ku tak kuasa menahan kesedihan
Yang begitu dalam
Unknown
I. Morfem Bahasa Indonesia
Morfem adalah bentuk terkecil yang mempunyai arti. Ilmu, cabang tata bahasa yang mempelajari/menyelidiki bentuk terjadinya kata disebut morfologi.
Macam-macam morfem:
a. Morfem bebas yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri, tidak terikat kepada morfem lain.
Contoh:
Makan, minum, lari, indah, hormat, datang, sedih, rajin, pergi, pandai, bagus, terbit
ciri-cirinya:
- kata dasar
- dapat berdiri sendiri dan tidak terikat oleh morfem lain
b. Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan terikat dengan morfem bebas (morfem yang mengikutinya). Morfem terikat biasanya dikenal sebagai afiks atau imbuhan.
Macam-macam morfem terikat:
- berupa awalan, akhiran, dan sisipan
Misal:
me- -an, per- -em-, ber- -I, se- -er-, per-, pe- -nya, -el-,di-, ke-, ke-an
- kata tugas, misalnya: kata depan, kata sambung, dan sebagainya
- terikat pada bentuk tertentu (unik), misalnya: ara, dampar
Macam-macam imbuhan
Imbuhan adalah bentuk bahasa yang terkecil yang mempunyai arti dan selalu diimbuhkan atau digabungkan pada morfem bebas atau kata dasar, biasanya berupa morfem terikat
Macam-macam imbuhan adalah:
1. prefix = awalan
2. sufiks = akhiran
3. infiks = sisipan
4. konfiks= gabungan awalan dan akhiran yang sekaligus dipakai
Proses melekatnya afiks pada kata dasar (pengimbuhan) disebut afiksasi.
a. Prefiks (awalan) adalah imbuhan yang dilekatkan pada awal sebuah kata.
Misal: bermain, membaca, mencuri
Macam-macam awalan:
me- misalnya pada kata: menulis, menyanyi, membaca
ber- misalnya pada kata: berjalan, berlari, bermain
per- misalnya pada kata: perbesar, perkecil
se- misalnya pada kata: sekelas, serumah, serumpun
ke- misalnya pada kata: ketua, kekasih, kehendak
pe- misalnya pada kata: pendengar, penangkis, penulis
b. Akhiran (sufiks) adalah imbuhan yang dilekatkan pada akhir sebuah kata.
Misal: minuman, seniman, bukumu
Macam-macam akhiran:
-an misalnya pada kata: bacaan, ajaran, tulisan
-kan misalnya pada kata: bersihkan, bubarkan, naikkan
-nda misalnya pada kata: ibunda, ayahanda, ananda, kakanda
-wan/man misalnya pada kata: seniman, wartawan, budiman
-wati misalnya pada kata: karyawati, seniwati,wartawati
c. Sisipan atau sufiks adalah imbuhan yang dilekatkan (disisipkan) antara fonem pertama dan fonem kedua dalam sebuah kata.
Misal:
-er- : gerigi
-em- : gemuruh, kemuning, temali
-el- : telunjuk, telapak, pelatuk
d. Gabungan imbuhan (konfiks) adalah gabungan imbuhan yang dipakai sekaligus dalam pembentukan sebuah kata komples atau kata jadian
misal: me-kan pada kata: memasukkan, melakukan
me-i pada kata: membenahi, menyetujui
ber-an pada kata: berlarian, berjatuhan
meper-i pada kata: memperlucuti, memperlengkapi, mempersetujui
diper-i pada kata: diperlengkapi,
diper-kan pada kata: dipersatukan, dipertanyakan
Partikel lah, tah, kah dan pun tidak dapat digolongkan pada akhiran (imbuhan) karena fungsinya tidak sama dengna imbuhan.
Imbuhan produktif dan imbuhan improduktif
Imbuhan yang produktif adalah imbuhan yang lazim (umum) diketahui dan digunakan karena dengan mudah dapat digunakan untuk membentuk kata kompleks apa pun.
Misal: me-, ber-, per-, ter-, di-, se-, -an, -I, -kan, -nya, me-kan, ke-an, pe-an, me-kan, me-i,
di-kan
imbuhan improduktif adalah imbuhan yang tidak produktif. Jadi imbuhan improduktif adalah imbuhan yang dalam pemakaiannya terbatas pada kata-kata tertentu saja, tidak banyak berkembang pemakaiannya dengan kata-kata lain. Sukar dan kaku untuk digabungkan secara lebih luas pada kata-kata lain.
Misal: ke-, -nda, -man, -el-, -em, -er-
Imbuhan yang berasal dari bahasa asing
Misal: a- misalnya pada kata: asusila
an- misalnya pada kata: anorganik
auto- misalnya pada kata: autobiografi
Beberapa imbuhan yang berasal dari bahasa asing
a. Awalan:
antar-, dwi-, inter-, pra-, auto-, prati-, anti-
b. Akhiran:
-in, -us, -at, -ur, -al, -or
Alomorf
Merupakan keanggotaan morfem terikat.
Misal: awalan me- menjadi mem- , men- , meny- , meng- .
Jadi alomorf adalah perubahan bentuk morfem yang disebabkan oleh lingkungan yang dimasukinya.

II Bentuk Kata
Ditinjau dari bentuknya, kata dibagi menjadi:
a. Kata dasar
b. Kata jadian
c. Kata ulang atau reduplikasi
d. Kata majemuk atau kompositum
a. Kata dasar adalah kata yang merupakan dasar untuk pembentukan kata yang lebih besar.
Kata dasar dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Kata dasar primer adalah kata dasar yang belum mendapat imbuhan.
Contoh: makan, minum, jalan, lari, pergi
2. Kata dasar sekunder adalah kata dasar yang telah mendapat imbuhan.
Contoh: terlambat, ketua, terkejut, kehendak, keluar
b. Kata jadian (kata kompleks) adalah kata yang sudah mendapat afiks (imbuhan) atau kata dasar + (awalan, akhiran, atau sisipan, konfiks).
Contoh: menulis, membaca, menyanyi, berjalan, berlari, bermain, keamanan
c. Kata ulang adalah kata yang diulang kata dasarnya, baik sebagian atau seluruhnya.
Contoh: jalan-jalan, berjalan-jalan, berlari-lari, bersenang-senang
Macam-macam kata ulang:
1. Kata ulang murni (sejati) adalah kata yang diulang kata dasarnya.
Contoh: ibu-ibu, danau-danau, rumah-rumah, jalan-jalan
2. Kata ulang berimbuhan adalah kata ulang yang mendapat imbuhan, berupa imbuhan awalan, akhiran dan/atau sisipan.
Contoh: berjalan-jalan, berlari-larian, bunga-bungaan, gemerlapan
3. Kata ulang semu adalah kata ulang yang tidak diketahui kata dasarnya dan perulangannya sudah berubah artinya.
Contoh: laba-laba, biri-biri, gado-gado, kupu-kupu
4. Kata ulang dwipurwa adalah perulangan atas suku pertama kata dasarnya dan vocal dari suku pertama mengalami pelemahan.
Contoh: lelaki, tetamu, tetangga, leluhur
5. Kata ulang berubah bunyi adalah kata ulang yang berubah baik vocal ataupun konsonan.
Contoh: lauk-pauk, compang-camping, sayur-mayur
d. Kata majemuk adalah gabungan dua buah kata yang mengandung arti baru.
Contoh:
orang tua : ibu bapak
raja muda : wakil raja atau semacam gubernur jenderal
sapu tangan : pelengkap peralatan wanita
kaki tangan : pembantu utama yang menjadi kepercayaan
Perbedaan kata majemuk dengan aneksi (kata gabung)
1. Batasannya:
a. Kata majemuk
Kata majemuk adalah susunan dua buah kata atau lebih yang sangat erat kaitannya dan menciptakan suatu pengertian baru.
Contoh: ruang tamu, obat cacing, kertas padalarang.
b. Aneksi (kata gabung)
Aneksi adalah rangkaian dua patah kata atau lebih yang erat sekali kaitannya, tetapi tidak menciptakan suatu pengertian baru.
Contoh: lukisan Amir, keputusan rapat, balai desa, penjaga gudang padi.
2. Pengulangannya:
a. Kata majemuk, kalau diulang harus diulang penuh.
Contoh:
meja hijau – meja hijau
kamar dagang – kamar dagang
mahasiswa – mahasiswa
b. Kata gabung (aneksi), kalau diulang tak perlu diulang penuh
Contoh:
orang – orang kampung
tas – tas baru
barang – barang antik

III Jenis Kata
Pembagian kata ditinjau dari jenis (kelas) katanya, menurut tata bahasa tradisional ada 10 jenis kata, yaitu:
a. kata benda (noun)
b. kata kerja (verb)
c. kata sifat (keadaan) (adjective)
d. kata keterangan (adverb)
e. kata ganti (pronoun)
f. kata bilangan (numeral)
g. kata penghubung (conjunction)
h. kata sandang (article)
i. kata depan (preposition)
j. kata seru (interjection)
pengertian:
A. Kata benda adalah semua nama benda ataupun sesuatu yang dibendakan.
Misalnya: meja, kursi, lemari, Jakarta, Yogyakarta, keagamaan, keyakinan
Menurut fungsi dan jabatan, kata benda berkedudukan sebagai subjek dan sebagai objek (objek penderita, objek penyerta, objek pelaku) dalam kalimat.
Kata benda dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Kata benda abstrak adalah kata benda yang tidak bisa kita lihat dengan
panca indera, misalnya:
a. nama keadaan: kesusahan, kesedihan, kegembiraan, kesombongan
b. nama pekerjaan: terbangnya, duduknya, jalannya
c. nama sifat: kecurangan, kebohongan
d. nama pengertian: keagamaan, keyakinan, keamanan, kerugian
2. Kata benda konkret (nyata) adalah kata benda yang bisa kita lihat dengan panca indera atau dapat diwujudkan atau dirupakan.
Macam-macam kata benda konkret antara lain:
a. kata benda konkret nama diri adalah menunjukkan nama-nama diri benda tertentu, misal: Saman, Sidin, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Ciliwung
b. kata benda konkret nama jenis adalah kata benda yang menunjukkan benda yang berjenis, contoh: anak, ibu, pria, wanita, laki-laki, ayah
c. kata benda konkret nama himpunan adalah benda yang menunjukkan kumpulan-kumpulan tertentu, misal: regu, peleton, organisasi
d. kata benda konkret nama zat adalah benda-benda yang menunjukkan bahan, contoh: air, udara, emas, perak, kayu
B. Kata kerja (verbal) adalah kata yang menyatakan perbuatan atau pekerjaan
Macam-macam kata kerja:
a. kata kerja transitif adalah kata kerja yang digunakan dalam kalimat yang harus diikuti oleh objek (baik objek penderita, penyerta, ataupun objek pelaku sebagai pelengkap).
Contoh: Ani menulis surat.
b. kata kerja intransitif adalah kata kerja yang digunakan dalam kalimat yang tidak membutuhkan objek sebagai pelengkap.
Contoh: Ani menangis.
c. kata kerja aus adalah kata kerja yang tidak dapat dibuat menjadi bentuk pasif
Contoh: Ayah pergi ke kantor.
C. Kata sifat/ keadaan/ adjective
Kata sifat adalah kata yang menunjuk sifat suat benda yang tetap (tidak berubah-ubah).
Macam-macam kata keadaan:
a. kata keadaan substansif adalah kata keadaan yang dipakai dalam kalimat sebagai pokok kalimat (subjek) atau kata keadaan yang dianggap benda.
Contoh: Tingginya 2 meter.
b. kata keadaan atributif adalah kata keadaan yang berfungsi sebagai keterangan subjek atau pokok kalimat.
Contoh: Rumah baru itu terbakar.
c. kata keadaan predikatif adalah kata keadaan yang dalam kalimat berfungsi sebagai predikat.
Contoh: Rumah itu bagus.
D. Kata keterangan (adverb) adalah kata yang menerangkan selain kata benda juga menerangkan
kata kerja, kata keadaan atau kata sifat.
Macam-macam keterangan:
a. kata keterangan waktu
Misal: sekarang, kemarin, tadi, lusa, nanti, esok, dahulu
b. kata keterangan tempat
Misal: di sana, di situ, di Bandung
c. kata keterangan kesungguhan
Misal: tentu, pasti, sungguh, sudah, belum
d. kata keterangan keadaan
Misal: sangat, amat, makin, lebih, lambat, cepat-cepat, hati-hati
E. kata ganti (pronoun) adalah kata yang menggantikan kata benda atau
sesuatu yang dibendakan.
Macam-macam kata ganti:
1. Kata ganti dibagi atas:
a. kata ganti orang pertama, dibagi menjadi:
- kata ganti orang pertama tunggal: aku, saya, hamba, beta, awak
- kata ganti orang pertama jamak: kami, kita
b. kata ganti orang kedua:
- kata ganti orang kedua tunggal: kamu, engkau, tuan, nyonya, saudara,
anda
- kata ganti orang kedua jamak: kalian
Sumber: Ny. Suliyati, Spd. Bunga Rampai: Ebtanas Bahasa Indonesia SMU
Unknown
malam kembali malam
merekam diriku tanpa tersadarkan
meski ada alur ceritanya
tak membangunkanku dari mimpi

menyisakan kesakitan ketika ku menjumpainya
meski tak bersua
namun tetap memainkan
rasa sakit yang teramat perih

bersinergi meski melelahkan
ingatku pada kisah yang sampai kini terus berjalan
menjadikannya sebuah baris
yang menghasilkan kenangan yang entah kan menjadi apa kelak

diam saja kali ini
tak berteriak meski dalam hati
tertunduk tak menginginkan
namun harus dijalankan
kewajiban yang membebankan

asumsiku terlalu buruk dan dalam
aku ingin terlepas dari semua jerit itu
beralih ke situasi yang membuatku biasa saja
Unknown
ketika sang senja mulai mendekat
tali itu awalnya hanya tergleletak lemas tak berdaya
terdiam membisu,
tak memedulikan sekitarnya

saat senja telah sampai
berada dihadapanku
tali dengan tanpa permisi
menggerakan lihai tubuhnya melilitku
terus melilitku tanpa henti
dari sang jari kaki. . .kaki. . .
naik perlahan menyakitkan

terasa sungguh sakit
terasa sungguh melemahkanku
tak bisa ku bertindak apapun

dan seluruh tubuhku kini telah terikat penuh oleh sang tali durjana
kenapa sang senja mendekat dan datang dihadapku
yang menyebabkan tali durjana itu melilitku keras
sungguh menyakitkan

bagaimana ku melepasnya



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
Morfologi : cabang linguistik yang mengidentifikasikan satuan-satuan dasar bahasa sebagai satua gramatikal. ilmu yang mmplajari tentang morfem. ilmu yang mngkaji pembentukan kata dalam satu kajian waktu (sinkronis)
Morfem : satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna.
Makna Lesikal :  makna kata atau leksem sebagai lambang benda, peristiwa, obyek, dan lain-lain. Makna ini dimiliki unsur bahasa lepas dari penggunaan atau konteksnya. 
Makna Gramatikal : makna yang terbentuk setelah ada penggabungan, contoh: berbaju, membaca, dll 

Macam-macam morfem :
1. Morfem bebas dan morfem terikat
Morfem bebas : morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan.
Morfem Terikat : morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan.
Semua afiks dalam bahasa Indonesia adalam morfem terikat. 
Menentukan Morfem Babas :
- Morfem harus dapat disendirikan
- dapat digantikan posisinya oleh yang lain
- Dapat dipisahkan kata lain
- Letaknya dalam deret dapat dibedakan
2. Morfm Utuh dan Terbagi
Dibdakan dalam bntuk formalnya
Mofem utuh : morfem bebas termsuk dalam morfem utuh, morfe terikat ( me, ter, ber, dll)
Morfem terbagi : dua bagian terpisah karena disisipi morfem lain. morfem terikat yang dapat disisipi.contoh : Kesatuan [Ke-an] + [satu]
[ke-an] merupakan morfem terbagi
3 Morfem Segmental dan Suprasegmental
Segmental: bunyi
Morfem Segmental : merfem yang tersusun dari unsur segmental yang berupa bunyi apa adanya.
Morfem Suprasegmental : adanya penekanan, nada dan yang lain (suprasegmental), yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental.
4 Morfem beralomorf zero(0)
* bentuk morfemisnya berbeda namun memiliki ciri dan makna yang sama
* tidak masuk dalam morfem segmental dan suprasegmental. adanya kekosongan,
5. Morfem bermakna Leksikal dan tidak bermakna Leksikal
*Bermakna leksikal : morfem2 yang scara interen memiliki makna sendiri tanpa mengalami proses morfologi dengan morfem lain
*Tidak bermakna Leksika : belum memiliki makna sendiri, akan memiliki makna jika digabung dengan morfem lainnya melalui morfologis, proses afiks.
Unknown
*resepsi sastra : bagaimana sastra dapat diterima
Formalisme Rusia : Aliran yang berasal dari formalis Rusia yang mengutamakan metode atau teknik formal dalam melihat karya sastra.
=Form : bentuk - Kesastraan/ literalinost

Yang melatarbelakangi munculnya formalisme Rusia
*Pembicaraan sastra terpengaruh atau dikaitkan dengan fakta2 atau kondisi impiris (kemasyarakatan, geografi, asal, pengarang)
*Kaum Formalis dipengaruhi oleh pemikira D'sausure
karena kajinnya menjadi landasan atas karya sastra yang di usulkan
D'sausure : bahasa dapat dikaji secara sinkronik(pengkajian melalui bahasa itu sendiri pada suatu masa) dan diakronik(perbandingan bahasa dari masa ke masa)
Bentuk : penggunaan bahasanya.

Kaum Futuris menjadi inspirator kaum Formalis
kaum atau sastrawan yang menggunakan artistiknya untuk melawan kaum Borjuis( bangsawan )
Bentuk: teknik penulisan
Maya S : menawarkan materialisme dan
Kaum Futuris : seniman sebagai penghasil kerajinan tangan

Kaum Formalisme hanya memandang mengenai teknik-teknik yang di lakukan oleh kaum Futurisme, namun tidak terjebak dengan slogan atau retorika dari kaum Formalisme.
Defamiliarsisasi - pengasingan - (berkaitan dengan persepsi) objek dalam cara pandang kita sudah lazim, kemudian di ubah dan disegarkan kembali menjadi suatu karya sastra.
Dipertajam, yang tadinya otomatis menjadi diotomatis

Bentuk :
1. Aspek-aspek/ penggunaan bahasa

kaum Formalis dalam mengkaji suatu karya sastra berbeda dengan kaum romantik yang memperturutkan persepsi mereka sendiri, namun melihat bagaimana suatu karya satra itu tanpa menggunakan persepsi sendiri.

Pandangan Formalisme Rusia terhadap prosa
- isi : terikat pada bentuk, untuk mengungkapkan isi harus melalui bentuk
- bentuk : penggunaan bahasa
- prosa terdiri atas konsep
*Fabula ( cerita )-berkaitan dengan kejadian atau peristiwa yang berkaitan dengan fakta/ seluruh peristiwa yang dikisahkan dalam cerita
*Sjuzet : teknik/pengolahan dari Fabula, menentukan kesustraan sebuah karya sastra.


Unknown
berjalan terus tak terhentikan
meski terkadang teringat lagi
kembali merasakan perih itu
namun salahku tak mengabari

menganggap tak berkutat dalam masalah
menganggap ku rendah
dan memalingkan tubuhmu
ke sisi yang menyakitkan untukku

menghentikanmu ku tak bisa
terus pada semua keinginanmu
yang tak di mengerti oleh siapapun
namun ku mengertinya

kau bersisi dua
pembohong yang ulung
masih bisa tertebak olehku

dasssaarrr pembohong ulung
yang balum bisa bersikap tegas

untung aku yang mengerti
bagaimana jika mereka yang mengerti
kau kan jatuh
mungkinnn
aku akan menjaga
meski kau pun terkadang tak memahami
apa yang sedang kujaga

rahasia yang jika ku mengumbarnya
kau kan marah se marah-marahnya
benci se benci-bencinya
namun ku tak memedulikannya
terlalu lelah ku menanggapi

ingin ku tak menemukanmu lagi
namun masih ada tiga tahun kedepan
kuat ku rasanya
namun tak tau esok atau lusa

sudah terlanjur menyeruak rasa kecewa
terlalu kejam ku menyangkamu
jangan bermanis ria di depan ku
aku telah memahami
namun ku balum mengambil tindakan untuk itu
sementara berdiam dulu
sambil menyaksikan mu tertawa dengan nya


Unknown
Seketika menyeruak akan kabar yang menarik
telah ku menjalani meski dibilang singkat
namun dalam hati mengenanya
terasa selalu basambung tak memutuskan

asumsiku benar kah
atau memang tak seperti yang terekam olehku
semua begitu sama
sama saja dengan yang terpikirkan
terlihat sama
apa memang sama

kau melambai
dia malambai

kau mendekat
dia mendekat

kau memudar
sama
dia memudar

kau tak terkabarkan
masih sama
dia tak terkabarkan

terombang ambing ku dalam pusaran yang mencekam
yang entah akan membahagiakan atau menjerumuskan
ingin ku tetap menjalani
hanya sebagai pelajaran hidup
yang dapat ku bagikan
bukan dengan siapapun
melainkan buah hati ku tercinta kelak

agar dapat bertindak
layaknya orang bijak
yang memutuskan perkara
tanpa tergesa

sama dan terus sama
semoga tetap yang sama
baik



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
*Persuasi propaganda
Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.
Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajaka. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengidap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selebaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda.

Contoh 1 
Marilah kita membuang sampah pada tempatnya, agar lingkungan kita bebas dari banjir dan bebas dari penyakit yang disebabkan oleh sampah – sampah yang di buang tidak pada tempatnya. Oleh karena itu, perlu kesadaran pada diri kita masing – masing untuk membuang sampah pada tempatnya.
 Contoh 2    
Banyak orang yang meremehkan sampah. Bahkan, tidak terpikirkan hal yang akan ditimbulkannya. Walaupun tempat sampah banyak disesidakan, tetapi kepedualian seseorang terhadap sampah sangat kurang. Sebagai siswa, kamu sebaiknya menyadari dan memiliki sikap peduli terhadap sampah. Oleh karena itu, buanglah sampah pada tempat sampah.
 Contoh 3    
Kebersihan adalah hal terpenting dalam kehidupan. Tanpa kebersihan, mungkin dunia kita akan dipenuhi dengan sampah. Dimana - mana terjangkit beragam jenis penyakit yang akan menghantui manusia. Beragam bencana pun akan timbul. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan kebersihan dimanapun kita berada.    
Unknown
Sajak ku masih berlanjut
ketika semua telah berlalu
meninggalkan kertas bercecer
menyampah dalam pandangan yang merayu

mengulurkan tangan ini
meski mungil tak berarti
setidaknya bisa mengurangi sampah dalam pandangan
hingga merasuk indah dalam kalbu tuk berpandang

tak membiarkan nya merusak indah pandangan
mengalihkan memori kelam dalam syaraf otak ini
mengubah pemikiran yang terus tak terjelaskan
oleh keadaan yang belum dimengerti sepenuhnya

bagaimana harus berpikir
bagaimana harus bertindak
melangkah tak pasti tak bertujuan
hanya mengandalkan insting yang terkadang meleset
menerjang jauh dari lingkaran aman
tuk satu kemungkinan yang membahagiakan
tak memikirkan setumpukan sampah yang terus mendekat
setidaknya aku mencoba

tak dipugkiri terkadang membelenggu
bertengkar hati nurani dan yang nyata
membuatku tak mengerti
memalingkan semua dan tak memilihnya

hanya menjalani
setidaknya akan tau ketika telah mencobanya
apapun yang kan terjadi
baik buruknya
itu hadiah dan resiko yang diemban
tanpa rasa menyesal akan keputusan yang salah
tanpa rasa yang terlalu bangga akan keputusan yang benar

ketka kita mau mencoba
setidaknya mau mencoba
bukan hal yang salah atau benar
kta belum mulai mengrti
lakukan saja!!!
dan pasti akan memahami. . .


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
*FONOLOGI

Bunyi Bahasa : bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki susunan atau runtutan bunyi yang membedakan makna.

*) Fonologi
    Ilmu yang mempelajari bunyi yang dihasilkan oleh alat  ucap manusia yang memiliki susunan atau runtutan  bunyi yang membedakan makna.
- Alat Ucap Manusia : untuk artikulasi yang diucapkan  jelas, letk titik artikulasi, berdsarkan posisi lidah,
Paru-paru
Batang Tenggorokan
Pita Suara
Kerongkongan
Anak tekak
dll.

*)Fonologi : Fonetik dan fonemik
      - Fonetik ; cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memerhatikan apakah bunyi-        bunyi tersebut mmpunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.
      - Fonemik : cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memerhatikan fungsi bunyi    tersebut sebgai pembeda makna.

*) Fonetik dibedakan menjadi tiga :
    - Fonetik artikulatoris : mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dengan menghasilkan bunyi bahasa, serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan.
    - Fonetik akustik : mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam.
    - Fonetik auditoris : mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita

ai, au, oi, ia : gabungan vokal
ng, ny, kh, sy : gabungan konsonan

jumlah Fonem ---- 26(abjad)+4(gabungan konsonan)+ 4(gabungan vokal)+2 ( 3, 6) = 36
Unknown
Kelak aku harap
Semoga pertemuan kan kembali datang

Entah kapan
aku tak pernah tahu
jika kau memaksaku untuk lupa
tak bisa segampang yang terucap
semua telah menjelma dalam kenangan
terbingkai rapi dalam album hidup

Alur hidup yang ternyata tak sesuai harap
takdir berbeda dengan yang ada
pilih jalanmu. . . . .jalanku pun kan ku pilih
Perpisahan adalah satu akibat pertemuan



 _Bun Elsa Rusadi_
 9 November 2013
Samping Auditorium
       UNNES
Unknown
Tahukah kau
diam dan air mata mungkin senjata wanita
ya senjata untuk melupakan segala rasa
jangan pernah kau tanya
tenang rasa itu

Bukan hal yang baru lagi
muak sudah pikirku
belajar memahami memang tak mudah
tak mudah jika kau hanya memenangkan ego

Sungguh ego dan keterpaksaan
adalah dua hal yang kutahu darimu sekarang

Jangan pernah benar-benar berjanji lagi
cukup sekali dan itu pun terkhianati

Hilang . . . . . . . . . .  . . . . . Lenyap
aku mulai belajar menyendiri
Biarkan . . . . . . . aku ingin menepi


_ Bun Elsa Rusadi _
 9 November 2013
     Pukul 21.50
Samping Auditorium
        UNNES
Unknown
Terduduk tak manis kudisini
mendengar asumsi hasil rundingan
menatap melingkar tanpa henti
hanya terdiam ku tak berdiri

hingga muncul arah sakit yang mendekat
mengikuti kepala yang terdiam
dan tak mengerti asal bermuncul
yang terus menyakitiku

hingga ku menyadari sang jangkrik telah mendekat
entah apa yang terkabarkan
aku tak mengerti
lalu dia terusir tangan mungil

aku ingin tetap disini berdiam
mendengar mereka berasumsi
menatap mereka bergerik
sejauh pantauan ku



*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
tangkai itu melambai padaku
entah apa yang ingin tercurahkan
sejenak ku memandang
lalu ku mendekatnya

terlihat tegar dia menahannya
sang terjaga tak menanggapi
kudengar tangisan yang tersirat darinya
menungguku memulai bersua

lusuh, kering, tak segar
terlihat olehku akan rupanya
menahan sang terjaga untuk tak beranjak dari keindahan
dengan segala upaya
memenuhi segala keinginannya

meski terkadang sang kumbang mendekati yang terjaga
tangkai selalu tak bersua
hanya diam mengamati
melindungi sang terjaga

sang terjaga tak mengerti
kepastian sang kumbang adalah jodohnya hanya itu yang dipahami

tak terpikir akan pengorbanan tangkai untuknya
terus tersirat sang tangkai yang merana
tak harap kecewa muncul
seketika kabar menyeruak
sang terjaga telah tiada.


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
hidup seakan terbuang
terinjak tak tersatukan
bukan struktur yang menarik
memejamkan mata yang dipaksakan

ketika pasir telah terinjak kaki mungil
kuat pijakan, merasa sakit
bagai air yang telah bercampur
sang  noda  yang menggumpal
penghuninya merasa kesaitan

rumah tak menyamankan
letih yang terasa tak dihilangkan olehnya
keniscayaan keburukan menghampir sekejap
mengetuk pintu bersinggah sejenak
mengisi kisah kelam dalam kehancuran

ombak terlalu marah sedari tadi
gunung tak sabar memuntahkan lava kesakitan
bumi telah menggetarkan detak jantung yang memburuk
tak sadarkah keburukan bersinggah saat ini

saat suasana hati pun tengah bergoncang
akan kondisi yang membingungkan
menahan tak beranjak dari manapun
agar tak menambah kesakitan yang teramat mengguncang

sendiri terdiam,
tak ingin berucap
ketakutan menyelinap dalam ruang kerja otak
yang sedang rusak
memancarkan raut luka yang teramat tajam  

terguncang rasa ini akan asumsi itu. . .


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
dan ingin ku serius
antara kau dan aku
menghiasi hidup yang pasti
pandang ke depan yang menentramkan
bersama mengisi hidup yang menggembirakan

senyum senang terpancar dariku
memandang kau dari kejauhan
dan hanya sekejap
meski ku tak beranjak dari kursiku
tuk mendekatmu

istimewa
terasa serasi dalam sanubari
melangkah menapaki jejak berdua bersama

inginku dirimu
bukan yang lain
jelaslah
ku menaruh rasa padamu


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
dunia seakan terus menyambung
antara aku, dia dan mereka
menglunkan kisah yang terus bergulir
yang terukir dari anggapku

mereka dan dirinya mungkin tak mengerti
aku mengetahuinya
atau aku yang tak memahami
begitu bersinambung
dan tak ada yang terlepas

hanya aku yang melihat semua itu
membuatku merasa hal berbeda
ingin ku ceritakan semuanya
yang terjamah dan terasa oleh relung hati dan pikiranku

agar kalian mengerti
dan memahami
namun hanya satu yang teristimewa
hanya dia di hadapku
ku anggap mereka hanya pembentuk pola kisahku

ku hargai mereka
yang menorehkan kesan di hati
ku ucapkan, kalian tak mengerti
hanya ku yang memahami

tak adakah yang menyadarinya
sungguh ku merasa tak enak
gundah hati terasa merasuk
menyelinap di antara kedinginan hati yang sedang merindu


*Tsalisa Yuliyanti