Unknown
hidup seakan terbuang
terinjak tak tersatukan
bukan struktur yang menarik
memejamkan mata yang dipaksakan

ketika pasir telah terinjak kaki mungil
kuat pijakan, merasa sakit
bagai air yang telah bercampur
sang  noda  yang menggumpal
penghuninya merasa kesaitan

rumah tak menyamankan
letih yang terasa tak dihilangkan olehnya
keniscayaan keburukan menghampir sekejap
mengetuk pintu bersinggah sejenak
mengisi kisah kelam dalam kehancuran

ombak terlalu marah sedari tadi
gunung tak sabar memuntahkan lava kesakitan
bumi telah menggetarkan detak jantung yang memburuk
tak sadarkah keburukan bersinggah saat ini

saat suasana hati pun tengah bergoncang
akan kondisi yang membingungkan
menahan tak beranjak dari manapun
agar tak menambah kesakitan yang teramat mengguncang

sendiri terdiam,
tak ingin berucap
ketakutan menyelinap dalam ruang kerja otak
yang sedang rusak
memancarkan raut luka yang teramat tajam  

terguncang rasa ini akan asumsi itu. . .


*Tsalisa Yuliyanti
0 Responses

Posting Komentar