tangkai itu melambai padaku
entah apa yang ingin tercurahkan
sejenak ku memandang
lalu ku mendekatnya
terlihat tegar dia menahannya
sang terjaga tak menanggapi
kudengar tangisan yang tersirat darinya
menungguku memulai bersua
lusuh, kering, tak segar
terlihat olehku akan rupanya
menahan sang terjaga untuk tak beranjak dari keindahan
dengan segala upaya
memenuhi segala keinginannya
meski terkadang sang kumbang mendekati yang terjaga
tangkai selalu tak bersua
hanya diam mengamati
melindungi sang terjaga
sang terjaga tak mengerti
kepastian sang kumbang adalah jodohnya hanya itu yang dipahami
tak terpikir akan pengorbanan tangkai untuknya
terus tersirat sang tangkai yang merana
tak harap kecewa muncul
seketika kabar menyeruak
sang terjaga telah tiada.
*Tsalisa Yuliyanti
entah apa yang ingin tercurahkan
sejenak ku memandang
lalu ku mendekatnya
terlihat tegar dia menahannya
sang terjaga tak menanggapi
kudengar tangisan yang tersirat darinya
menungguku memulai bersua
lusuh, kering, tak segar
terlihat olehku akan rupanya
menahan sang terjaga untuk tak beranjak dari keindahan
dengan segala upaya
memenuhi segala keinginannya
meski terkadang sang kumbang mendekati yang terjaga
tangkai selalu tak bersua
hanya diam mengamati
melindungi sang terjaga
sang terjaga tak mengerti
kepastian sang kumbang adalah jodohnya hanya itu yang dipahami
tak terpikir akan pengorbanan tangkai untuknya
terus tersirat sang tangkai yang merana
tak harap kecewa muncul
seketika kabar menyeruak
sang terjaga telah tiada.
*Tsalisa Yuliyanti


Posting Komentar