Unknown
saya pun masih awan
belum mengerti yang seutuhnya
maka
ajari saya
walau hanya sekadarnya saja,
sedikit dari yang dimiliki

butuh proses untuk dapat mengena relung
mengerti segalanya yang memang terungkapkan sesungguhnya
dan dimengerti
terkadang itu yang mencegah dari kesalahpahaman
agar dapat bersikap
yang searah dengan angka yang ditunjukan jarum jam di dinding itu

tak merasa dikucilkan dalam bola yang sebetulnya kecil
menjadikan yang lebih kecil lagi dapat berbangga hati
bukan karena sikap yang searah
namun asumsi yang lain padanya
"baik"

lalu dirasakan kenyamanan dalam batin
tak ada kerisauan yang melekat meski sedikit
mengubah hal biasa menjadi luar biasa
mengubah yang sederhana jadi membahana
memperbaikinya
meski lidah mengucap tak sesulit yang raga ini perbuat
diusahakan saja
jika baik pasti baik.


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
ada kupu-kupu hinggap di jendela
semangat menggebu memancarkan kegembiraan
dengan warnanya yang memikat
bagi sang pujangga yang melihat
meski tak dekat namun merasa terikat

oleh sebagiannya menyambut gembira
namun tak sedikit yang berargumen sinis
namun tetap saja
kupu-kupu memikat
dengan segala yang melekat
di sekujur tubuh nya

sayapnya mengepak
melambai pada sang pujangga
seakan muncul asumsi yang tak terpahamkan
bagaikan sang pujangga diharuskan mendekat kemudian bersamanya
mengukir indah dalam memorinya
meski hanya sekejap

inginnya bersama sang pujangga
hanya itu, cukup dan tak ada yang dilebihkan
dengan menggoda manis
melambai indah
memancarkan warna hidup kebahagiaan
dan terus memberi harapan pada sang pujangga

untuk terus hidup dan meneruskan hidupnya
meski tak selamanya akan tetap hidup
tapi setidaknya menjauhkan jarak
dari ketidakhidupan.


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
saat mata lelah ini membuka
menandakan kehidupan telah teka
lalu ku beranjak ke penyucian
posisi yang menyamankan untukku

lalu kepala ini menengadah ke atas langit
melihat sang bintang dan rembulan kokoh di pangkuannya

satu bintang satu rembulan
elok nan sungguh menawan ku baca

tersirat satu makna ketika bintang dan rembulan berjauhan
bintang, bagaikan meraung ingin dekat
namun sang rembulan hanya terdiam tak menganggap
tetap kokoh tak beranjak, memamerkan kedigdayaannya
tak ingin memerhatikan siapapun
yang di inginkan hanyalah
dia diperhatikan oleh siapapun

bagaikan angan yang lewat selintas saja
bintang tetap kokoh tak beranjak
hanya ingin menemani sang rembulan
meski jauh dan di acuhkan

harapanku hanyalah
ketika mereka dapat menyatu
membuat pola yang begitu indahnya
semoga kan tetap membahagiakan
mengulurkan nuansa menyejukkan bagi yang memandang
hingga dirasa keanggungan yang begitu agung

oleh sang pencipta
bagi kita semua
wahai umat manusia


Tsalisa Yuliyanti
Unknown
dunia ini begitu mempesona
menuangkan segala ambisi yang terperangkap
dalam jiwa yang terpendam
lalu tercurah segala isinya

melalui dunia, seakan hasratnya tak tertahan
meluapkan sepenuhnya
meski tak semua
sekadarnya saja, namun menenangkan

berucap tak dusta
terluapkan sesungguhnya
membuat pengertian yang memantapkan
menjadikannya lebih bermakna
dan dipahami, jika sesungguhnya begitulah adanya
tanpa kemunafikan dalam isinya

dan mulai berangkat raga ini meninggalkan dunia
seakan yang lalu hanyalah fatamorgana
meski terasa sungguh
namun lah yang sungguh sesungguhnya
adalah nanti
yang tak dimengerti oleh siapapun

bersujud saja
ketika semua telah tercurah dengan sepenuhnya
maka tenang hati pasti akan dirasa
menyamankan untuk batin
Unknown
berjalan terus mendekat dalam kotak
lalu berdiam
bisakah saya membuka mulut ini
lalu bersikap, meski tak mengubah

dan saya terjebak, tertahan olehnya
yang rutin mendekat, lalu mencegah
ekspresi dapat tercurahkan
begitupun adanya
keraguan yang datang, menjadikannya buruk

indah sesungguhnya
dari sumber yang menguasai
untuk segalanya yang mengindahkan

ekspresikan jiwamu dalam lapang itu
basah kuyup terselimut air dari langit
tak menghangatkan
namun menggigil

tak mengapa katanya
ketika seluruh hasrat telah tercurahkan
dan terbawa air hujan
lalu meninggalkan jiwa-jiwa yang kini tenang

dan dapat kubuka mulut ini sekarang
dapatkah di tanggapi


Tsalisa Yuliyanti
Unknown
BERsambunglah jika memang itu membenarkan
berkelitlah wahai sang pengembara yang baik
berkelana sesuka hati
namun masih tersusun dengan apik

BERsandarlah terus pada apa yang meyakinkan
dengan menoreh kesan menyenangkan
hanya untuk anda
dan mereka yang masih awam mengenal anda

BERnapaskan semangat membara
dengan tujuan yang telah anda rangkai begitu indah
menjadikan anda begitu terbuai akan rayuan hidup seperti itu
mengantarkan pada kenyamanan yang terus menyamankan

BERsama anda
bolehkah aku mengikuti anda
aku ingin mengertinya
bagaimana anda melakukannya???


*Tsalisa Yuliyanti