saat mata lelah ini membuka
menandakan kehidupan telah teka
lalu ku beranjak ke penyucian
posisi yang menyamankan untukku
lalu kepala ini menengadah ke atas langit
melihat sang bintang dan rembulan kokoh di pangkuannya
satu bintang satu rembulan
elok nan sungguh menawan ku baca
tersirat satu makna ketika bintang dan rembulan berjauhan
bintang, bagaikan meraung ingin dekat
namun sang rembulan hanya terdiam tak menganggap
tetap kokoh tak beranjak, memamerkan kedigdayaannya
tak ingin memerhatikan siapapun
yang di inginkan hanyalah
dia diperhatikan oleh siapapun
bagaikan angan yang lewat selintas saja
bintang tetap kokoh tak beranjak
hanya ingin menemani sang rembulan
meski jauh dan di acuhkan
harapanku hanyalah
ketika mereka dapat menyatu
membuat pola yang begitu indahnya
semoga kan tetap membahagiakan
mengulurkan nuansa menyejukkan bagi yang memandang
hingga dirasa keanggungan yang begitu agung
oleh sang pencipta
bagi kita semua
wahai umat manusia
Tsalisa Yuliyanti
menandakan kehidupan telah teka
lalu ku beranjak ke penyucian
posisi yang menyamankan untukku
lalu kepala ini menengadah ke atas langit
melihat sang bintang dan rembulan kokoh di pangkuannya
satu bintang satu rembulan
elok nan sungguh menawan ku baca
tersirat satu makna ketika bintang dan rembulan berjauhan
bintang, bagaikan meraung ingin dekat
namun sang rembulan hanya terdiam tak menganggap
tetap kokoh tak beranjak, memamerkan kedigdayaannya
tak ingin memerhatikan siapapun
yang di inginkan hanyalah
dia diperhatikan oleh siapapun
bagaikan angan yang lewat selintas saja
bintang tetap kokoh tak beranjak
hanya ingin menemani sang rembulan
meski jauh dan di acuhkan
harapanku hanyalah
ketika mereka dapat menyatu
membuat pola yang begitu indahnya
semoga kan tetap membahagiakan
mengulurkan nuansa menyejukkan bagi yang memandang
hingga dirasa keanggungan yang begitu agung
oleh sang pencipta
bagi kita semua
wahai umat manusia
Tsalisa Yuliyanti


Posting Komentar