Unknown
buka jendela mata ini
lelahku masih terasa
sang embun telah menyambutku
di kedinginan yang merasuk

masih subuh rupanya
ku kedipkan mata sayup ini
berlenggang menuju penyucian
dari segala hadast yang telah melekat

terasa tenteram jiwa ini
mulaiku menyerahkan segalanya
pada sang Ilahi
bersujud ku pada-Nya
menengadahkan tangan ini
tuk bersyukur
memohon ampun
pun meminta

tak ku menyangka
akan beban hidup ini
benar tak memberatkanku
mudah saja bagi ku
tuk meneruskan hidup ini

niatku yang kokoh
memintaku tuk bertahan
meski terkadang 
pikiran perasaan tak seirama
saling bersinggung tak kumengerti
hingga amarah dalam tangisku membanjir

dengan tangan Tuhan
percaya ku rasakan
semua kan bergulir indah
memangku kewajiban yang harus terindahkan
dengan penuh tanggung jawab
ku memulai hidup ku dengan ridho Ilahi

Bismillahirohmanirohim. . .



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
dan lagi
hal yang telah terasa
mengantarku pada kekecewaan,
mengharapmu yang tak bersungguh
akan jalin yang ter inginkan

kau merasanya begitu biasa
kecewa telah tumbuh direlungku
aku bersedih
kau membuatku memjadi labil
mengantarku pada ketidak tepatan

aku ingin jelas
jelas yang menenangkan
bukan membahagiakan
bukan pula menyedihkan

kau ku jadikan panutan
dalam ku bersikap dan merasa
kau  bisa menjadi contoh ku
namun ku tak dapat dekat

bersamamu tumbuh kenyamanan
membuatku merasa tak terbebankan

dekaplah tubuh ini
dengan penuh kasih sayangmu
yang tulus
untuk ku
yang haus akan pegasihan
yang ternyaman




*Tsalisa Yuliyanti



Unknown
semua telah terlukiskan dengan indah
semua alunan kasih sayang mu begitu mengena
tak melunturkan niatmu
tuk mendorongku pada panggung kesuksesan

semua yang telah kau berikan
tak sempat ku  membalasnya
dengan lirih bibirmu berkata
kau lah anakku, buah hati yang terindu

segala yang kau lakukan teramat berlebih untukku
mengingatmu ku rindu
terlalu hangat pelukmu
hingga ku terlelap

aku ingin melakukannya
untukmu
untuk kebahagiaanku dan Ibu
bersama merangkul kebahagiaan sejati
selamanya
hingga hasrat memburuk tak terungkap kembali

derai tawa mu yang ku inginkan
karena sering ku melihat kau meneteskan air mata

aku berjanji, 
demi kehidupanku
kebahagiaan Ibu
berusaha ku tuk tetap berlari
mengejar yang telah teringinkan

untuk semua yang telah dipersatukan
tekad yang membara tuk hidup yang lebih berbahagia
bersama membuka pintu kebahagian yang abadi
selamanya. . .



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
terlalu cepat cerita ini bergulir
menahanku tuk tak beranjak
tetap memerhatikan
gerak gerik kalian dihadap ku

menahan semua yang telah terasa
hingga terungkap pada akhirnya
kisah in sungguh berpola
seperti telah direncanakan
apa memang seperti itu

tergambarkan begitu elok alur ceritanya
hingga pantas tuk di jadikan fiksi
tak terpikirkan itu cerita nyata
yang ku rasakan
dari pandanganku
sejauh ini

kalian masih tak mengerti
apa memang ku yang terakhir mengetahui
apa semua ini terjadi begitu saja
apa memang telah di rencanakan

sungguh membuatku terkesima
akan pola yang begitu elok
yang baru ku sadari

jadikan lah ini karaya
kata sobat ku
sungguh menarik katanya

hah benarkah???



*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
kuatkan pikiranmu
tetapkan sebuah prinsip dalam hidupmu
cari apa yang kan kau tuju
berpakulah pada hal yang meyakinkan

meski sang durjana mendekat
kau telah memiliki sesuatu
yang terus membuatmu kokoh
dalam setiap tindakan

tak kan ada tangisan
jika kau memilikinya
tak kan ada keluhan
dalam setiap yang mendekatnya

semua telah siap
kau telah memilikinya
yakin semua kan baik saja

karena kepercayaan itu ada
dalam diri
jiwa dan kehidupanmu


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
(Mbak Lilis)

awal rasa yang telah terungkap
begitu membuai diriku
dengan lantang kau ucapkan
hingga ku tersipu

merasakan hembusan nafas
yang telah bercampur dengan cinta
menerangkan jalan kita tuk bersama
selalu bersama kita berdua

menorehkan segala kesan dalam cerita kita
kau dan aku yang menghiasi
tentang segala rasa
manis, pahit, asam, asin

telah tejalankan
semuanya
membuat istimewa
kaulah sang pujangga
yang ku inginkan



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
(Mbak Lilis)

bersamamu aku merasa
akan ketulusan cinta yang kau berikan
terlalu manis rasanya
menghiasi tiap detik raga ini bernapas

aku sudah yakin bersamamu
teramat yakin
dan memengaruhi jalan hidupku
kau lah yang meyakinkan

hingga nanti aku ingin tetap bersama
hanya dengan mu
tak ingin ku sendiri
tak ingin kau berlalu begitu saja

Jangan Pergi
tetaplah disini
bersamaku
menoreh kesan membahagiakan
dalam kertas putih
yang telah bersiap bersama kita
untuk selamanya


*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
(Mbak Lilis)

dan detik ini
aku merasakan nya
teramat membuai
mengantarku pada rasa yang menyipuku

kau terlalu istimewa untuk ku
kau terlalu sia sia tuk ku tinggalkan
bersamamu ku rasakan
hangat jiwa yang mendalam

Selalu dengan mu aku merasanya
cinta yang teramat dalam

kasih sayang tulus
terungkap jelas dari gerikmu
membuat ku yakin
akan komitmen yang menjelas



*Tsalisa Yuliyanti


Unknown
aku
sekarang
bagaikan sang sarinande
yang menangis
dan mencul bengkak di mata



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
oleh : Maluku/Ambon

Sarinande, putri Sarinande
Mengapa tangis matamu bengkak?
Aduh mama, aduhlah papa
Bak asap api masuk dimata
Aduh mama, aduhlah papa
Hati risau apakah obatnya?
Unknown
merenung
teringat satu kenangan yang telah terpatri
membawaku merasakan kobaran yang membara
begitu kau masuk dalam lingkaran yang kau tak mengerti
keringat bercucur deras tak kau hiraukan
derah mengalir bagaikan anak sungai yang mengharukan
kau anggap hanya sekadar saja

duniamu begitu istimewa
dengan ragad yang tlah tersentuh
oleh semua kesakitan
wajahmu tak menyiratkan kata berontak
akan keadaan yang membuatmu tersakiti

cinta
itu alasanmu
begitu sederhana namun begitu membara dalam relungmu
ikhlas
mengantarmu pada lingkup yang membuatmu membara
untuk Indonesia katamu

tertegun diam
menyiratkan cinta ikhlas yang begitu besar
akan tanah airmu ini

melihat, mendengar, memperhatikan
semua polahmu
mengubah pemikiranku
tentang kau yang gigih demi tanah air
dengan cinta ikhlas yang tlah terpatri

untukmu Indonesia



*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
terlihat manis parasmu
menentramkan hatinya
mengokohkan prinsipnya
tuk tetap berasamamu

dia sedang berkelana
sempat menemui
namun kau tetap yang dituju
sempat dia mengukuhkan pada
yang lain
namun tetap kau yang selalu dihati

ber baiklah kau dengannya
jangan kau anggap apapun mengenainya
kau mengokohkan dengannya
tentang suatu hubungan

berbahagialah kau dengannya
jangan ada kekecewan
jangan ada penyesalan
bangunlah dengan indah

agar ku melihat juga
keindahan yang sesungguhnya



*Tsalisa Yuliyati


Unknown
hingga pada saat ketika ku telah memutuskan
meski belum jelas
namun transparan
akan hati yang ragu
dan goyah karena sesuatu
dan memuncak saat ini

maaf, kau telah membohongi dirimu
tuk menyayangiku
dirimu yang tertekan
oleh paksaan yang tersirat dariku

memaksamu melakukan sesuatu
meski hatimu sudah melihat seseorang yang kau mau
karena sikapku
kau se enaknya
asal tak ada yang tau
maka kau akan baik saja

maaf telah mengganggu
semua kesibukanmu
entah dengan siapapun

aku ingin tetap menganggapmu
sebagai seseorang yang ku hormati

sempat ku menaruh rasa
sekarang sakit yang terasa
namun,
bagaimana dengan mu saat ini
aku pun tak mengerti

terasa, kau telah memiliki komitmen dengan yang lain
yang lebih dahulu dari ku
bahagiakan dirimu
#mohon
jujurlah pada ku
untuk hal yang baik



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
bicaralah tuk menetapkan sesuatu
kau menginginkannya
namun kau menutup semua celah gerikmu
tuk mengabarkan semua

akupun tak berkutik
menakut ku jadi rasanya
meragu ku pada akhirnya
hanya memerhatikan
segala yang terrekam mata

mengisahkan pada lembar kehidupan
yang terus merekam segala yang berlaku
didunia yang telah terpilihkan
oleh semua yang bersikap

tetapkan tindakanmu tentang semua
aku ingin mengerti
aku lah sang penunggu
untuk segala keputusanmu

bereloklah dalam menentukan
agar tak ada yang menyesal
segalanya kan baik saja

yakinkanlah, tetapkanlah
percaya itu yang membenarkan



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
jika kau merasanya
kesedihan yang teramat pedih
ungkaplah
tuangkan dengan sepenuh hati
caps lock ku itu
membuat mereka bertanya
tak ingin menceritakan
tak ingin terkabarkan pada mereka

pasti
ada hal yang terasa
yang telah merasuk dalam hati
entah senang atau pun sedih
menuangkan dalam caps lock itu

yang terjawab hanya
agar hati ini puas
menuangkan rasa
langsung
tersurat
namun mereka tak mengerti
ingin mengerti
dan ku tak mau mengabarinya

ketika ku bercerita
tentang rasa yang merasuk
aku ingin teriak dan menangis

dia mengijinkanku tuk teriak
namun tak menangis

maksudnya
tak di mengerti
terimakasih
telah menyisihkan waktu mu tuk mendengar ku 


teriaklah jika kau mau



*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
bersanding begitu indah
merasuk dalam hati dan menggembirakan
senyum melebar diantara nya
mengembang tanpa paksaan
terus bergulir
terus berjalan
tak tersuratkan

dingin mulai mendekat diantara nya
berusaha ku tak menanggapinya
kau begita santai
entah apa yang memang dirasa

keberadaan mu tak di depan mata
karena sulit ku tuk menatap
meski terkadang berjumpa
ingin bersua lagi dengan nyaman
namun kesempatan itu belum terbangun

berdiam menahan semua keinginan
tuk terus bersua bersama
menuangkan segala imaji
yang sudah ingin segera terungkapkan
untuk ku mendapatkan jalan terindah



*Tsalisa Yuliyanti


Unknown
saat kau mulai mengutik
aku tersedu
berbunga dalam sanubari
mengingat mu itu menyenangkan
mengantarkanku lelap dalam mimpi

suatu kabar datang
berbicara padaku
tentang seseorang yang menginginkanmu
aku tertegun diam
bersedih dalam dekapan rasa yang telah merasuk
terlalu bising ku mendengar
curahan dia yang berbicara tentang mu
tentang keinginan nya bersanding denganmu

aku bersedih dalam dekapan rasa yang telah merasuk
tak tau apa tanggap mu
dan ketika berita lain datang
pun mengabari ku
tentang hal yang seirama

menusuk relungku lebih dalam lagi
aku ragu,
yakinkan aku
Aku menaruh rasa padamu

wahai sang Pujangga

 
 *Tsalisa Yuliyanti
Unknown
aku menanggiis
mendengarmu, mendengarnya, mendengar mereka
melihatmu, melihatnya, melihat mereka
merasakan setumpukukan beban yang burgulir dihadapku
kuat ku sesungguhnya  

tapi
beri ku waktu sejenak
aku ingin menangis
sendiri
tak dengan siapapun

jangan tanya kan mengapa
karena sesungguhnya aku pun tak mengerti

*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
melihat sang senja
berleha di ufuk barat
menyiratkan rasa
merenungkan diri ini
menyembunyikan tubuh ini
dalam kurung itu
nafas terengah menyakitkan
sang rembulan tak kunjung datang

dalam kurung sang keong
aku tlah berserah
akan ragad yang tak berdaya
menangis meronta
mengharapkan iba dari sang tuan

wahai sang rembulan
lihat lah,
betapa lemah tubuh ini
raga yang meronta kesakitan

bebaskannnnn
bebaskannnnn
bebaskanlah tubuh ini
dari sang durjana
sang keong


*TSALISA YULIYANTI
Unknown
*) Telaah Sinkronis dan Diakronik
Sinkronis : menelaah bahasa secara satu kurun waktu tertentu saja
Dia kronis : menelaah bahas secara dua kurun waktu atau lebih, sepanjang masa, atau sepanjang zaman itu digunakan oleh para penuturnya.
menelaah suatu bahasa berdasarkan tujuannya
contoh,
1) Wanita = perempuan yang sudah dewasa
-pembahasan mengenai wanita dan perempuan apabila di telaah dari tahun sekitar 60 sampai sekarang merupakan contoh dari Diakronis
-pembahasan mengenai wanita dan peempuan apabila di telaah hanya pada saat sekarang ini saja merupakan contoh Sinkronis
2) berlayar = meakukan perjalanan dengan menggunakan perahu

*) Langue dan Parole
Longue : salah satu bahasa ( misalnya bahasa inggris, bahasa Prancis atau bahasa Indonesia) sebagai suatu sistem.
Parole : pemakaian atau realisasi langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa, sifatnya konkret karena parole itu tidak lain dari pada realitas fisis yang berbeda dar orang yang satu dengan yang lainnya.

*) Signifiant dan Signifie
1) Signifiant : citra bunyi atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran kita.
2) Signifie : pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita.
contoh :  wit = signifiant-parole ( citra bunyi )
  = signifie-langue ( citra makna )


*) Relasi Sintagmatik dan Paradigmatik
1) Relasi Sintagmatik : hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear.
2) Hubungan Paradigmatik : hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. Hubungan ini arahnya vertikal dan sering disebut hubungan in absentia. 



SEMOGA BERMAFAAT!!!

Unknown
terlukis indah senyum mu
bagaikan kumbang tak bernoda
dia dia dan dia tlah menginginkan hatimu
bersandar
terdiam
menarilah dengan mereka 
bergembiralah bersamanya
hindari penyesalan
jangan ada kekecewaan 
kuat kan prinsip itu
yang seutuhnya tak dimengerti
ingin ku mengerti
naMun jalan menahanku 
tuk tetap disini
tak melangkah
tak berjalan
tak jua berlari
menunggu sang kumbang meyakinkan


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown

waktu membuatku terus berjalan
tak ku tau apa yang di maksud
tak sekian lama kau ada
merubah haluan ku
kau membangunnya begitu menarik
hingga ku tersipu
dan mengikutimu
buaian mu sungguh membuat ku tak mengerti
tak mengerti apa yang harus ku torehkan
hanya mengikuti alur
sang fajar yang mulai bersembunyi
sehaluan dengan ku
masih kosong pikiranku
dalam bentuk apakah ku harus berkarya
berawal dari manakah ku membuat titik pada si putih
aku sudah lelahhh
batinku terus bergejolakk
kini kau bersembunyi
akkkuuu bimbang
namunnn
ada yang memaksakkku
entah siapa, aku pun tak mengerti
dia membisikan pada ku
tuk berdiri

 

 *Tsalisa Yuliyanti