buka jendela mata ini
lelahku masih terasa
sang embun telah menyambutku
di kedinginan yang merasuk
masih subuh rupanya
ku kedipkan mata sayup ini
berlenggang menuju penyucian
dari segala hadast yang telah melekat
terasa tenteram jiwa ini
mulaiku menyerahkan segalanya
pada sang Ilahi
bersujud ku pada-Nya
menengadahkan tangan ini
tuk bersyukur
memohon ampun
pun meminta
tak ku menyangka
akan beban hidup ini
benar tak memberatkanku
mudah saja bagi ku
tuk meneruskan hidup ini
niatku yang kokoh
memintaku tuk bertahan
meski terkadang
pikiran perasaan tak seirama
saling bersinggung tak kumengerti
hingga amarah dalam tangisku membanjir
dengan tangan Tuhan
percaya ku rasakan
semua kan bergulir indah
memangku kewajiban yang harus terindahkan
dengan penuh tanggung jawab
ku memulai hidup ku dengan ridho Ilahi
Bismillahirohmanirohim. . .
*Tsalisa Yuliyanti
lelahku masih terasa
sang embun telah menyambutku
di kedinginan yang merasuk
masih subuh rupanya
ku kedipkan mata sayup ini
berlenggang menuju penyucian
dari segala hadast yang telah melekat
terasa tenteram jiwa ini
mulaiku menyerahkan segalanya
pada sang Ilahi
bersujud ku pada-Nya
menengadahkan tangan ini
tuk bersyukur
memohon ampun
pun meminta
tak ku menyangka
akan beban hidup ini
benar tak memberatkanku
mudah saja bagi ku
tuk meneruskan hidup ini
niatku yang kokoh
memintaku tuk bertahan
meski terkadang
pikiran perasaan tak seirama
saling bersinggung tak kumengerti
hingga amarah dalam tangisku membanjir
dengan tangan Tuhan
percaya ku rasakan
semua kan bergulir indah
memangku kewajiban yang harus terindahkan
dengan penuh tanggung jawab
ku memulai hidup ku dengan ridho Ilahi
Bismillahirohmanirohim. . .
*Tsalisa Yuliyanti


Posting Komentar