merenung
teringat satu kenangan yang telah terpatri
membawaku merasakan kobaran yang membara
begitu kau masuk dalam lingkaran yang kau tak mengerti
keringat bercucur deras tak kau hiraukan
derah mengalir bagaikan anak sungai yang mengharukan
kau anggap hanya sekadar saja
duniamu begitu istimewa
dengan ragad yang tlah tersentuh
oleh semua kesakitan
wajahmu tak menyiratkan kata berontak
akan keadaan yang membuatmu tersakiti
cinta
itu alasanmu
begitu sederhana namun begitu membara dalam relungmu
ikhlas
mengantarmu pada lingkup yang membuatmu membara
untuk Indonesia katamu
tertegun diam
menyiratkan cinta ikhlas yang begitu besar
akan tanah airmu ini
melihat, mendengar, memperhatikan
semua polahmu
mengubah pemikiranku
tentang kau yang gigih demi tanah air
dengan cinta ikhlas yang tlah terpatri
untukmu Indonesia
*Tsalisa Yuliyanti
teringat satu kenangan yang telah terpatri
membawaku merasakan kobaran yang membara
begitu kau masuk dalam lingkaran yang kau tak mengerti
keringat bercucur deras tak kau hiraukan
derah mengalir bagaikan anak sungai yang mengharukan
kau anggap hanya sekadar saja
duniamu begitu istimewa
dengan ragad yang tlah tersentuh
oleh semua kesakitan
wajahmu tak menyiratkan kata berontak
akan keadaan yang membuatmu tersakiti
cinta
itu alasanmu
begitu sederhana namun begitu membara dalam relungmu
ikhlas
mengantarmu pada lingkup yang membuatmu membara
untuk Indonesia katamu
tertegun diam
menyiratkan cinta ikhlas yang begitu besar
akan tanah airmu ini
melihat, mendengar, memperhatikan
semua polahmu
mengubah pemikiranku
tentang kau yang gigih demi tanah air
dengan cinta ikhlas yang tlah terpatri
untukmu Indonesia
*Tsalisa Yuliyanti


Posting Komentar