Unknown
Ketika sepatu kecil memopong tubuh ini
Lalu kaki membawanya memalui keramik berdebu

Jalan, nampak seperti terowongan
Namun tak bersekat
Hanya tiang yang berjejer
Bagai among yang sedia mematuhi inginya tamu agung

Terus berjalan melihat ke arah langit
Bukan biru putih yang menyegarkan mata
Nampak tercoreng kehalusannya
Langit berlobang di bawah genting
Kenapa?

Kaki melangkah dengan keheranan yang terpikir
Terowongan itu memilukan

Lalu Terowongan memilukan berlalu
Berdiri tegak kokoh dan penuh kebanggaan
Unggu warnamu

Apakah itu?


Tsalisa Yuliyanti
Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar