Unknown
Dari hutan,
Teduh, sejuk  menyejukan mata dan hati
Fakultas Bahasa dan Seni
Tertulis di depan mata saat ini

Keringat mulai bercucur kencang
Hutan sudah tak lagi ku pijaki
Nampak tongkat di depan mata
Warnanya putih, bisakan ku pegang dengan jemari
Lalu mengangkat sampai tunggi

Namun tak bisa,
Tongkat itu kokoh, bukan kayu
Ia besi

Tepat di atasku adalah sang surya
Gema adzan berkumandang
Keringat mongering, namun masih banjir di pipi
Menengadah kepalaku ke atas

Kain berkibar jauh di atas ubun-ubun
Angin kau mambawa
Merah putih, melindungiku

Merah putih


Tsalisa Yuliyanti
Label: edit post
2 Responses
  1. Merah Putih!!!
    Puisi yang bagus, jadi tetep Cinta Indonesia!!
    Suka sama penunjuk waktunya, lucu seperti aku.


  2. wah cinta indonesia :) . blogmu bagus, wallpaper templatemu lucu, termasuk simpel dan nggak terkesan alay


Posting Komentar