Unknown
saya pun masih awan
belum mengerti yang seutuhnya
maka
ajari saya
walau hanya sekadarnya saja,
sedikit dari yang dimiliki

butuh proses untuk dapat mengena relung
mengerti segalanya yang memang terungkapkan sesungguhnya
dan dimengerti
terkadang itu yang mencegah dari kesalahpahaman
agar dapat bersikap
yang searah dengan angka yang ditunjukan jarum jam di dinding itu

tak merasa dikucilkan dalam bola yang sebetulnya kecil
menjadikan yang lebih kecil lagi dapat berbangga hati
bukan karena sikap yang searah
namun asumsi yang lain padanya
"baik"

lalu dirasakan kenyamanan dalam batin
tak ada kerisauan yang melekat meski sedikit
mengubah hal biasa menjadi luar biasa
mengubah yang sederhana jadi membahana
memperbaikinya
meski lidah mengucap tak sesulit yang raga ini perbuat
diusahakan saja
jika baik pasti baik.


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
ada kupu-kupu hinggap di jendela
semangat menggebu memancarkan kegembiraan
dengan warnanya yang memikat
bagi sang pujangga yang melihat
meski tak dekat namun merasa terikat

oleh sebagiannya menyambut gembira
namun tak sedikit yang berargumen sinis
namun tetap saja
kupu-kupu memikat
dengan segala yang melekat
di sekujur tubuh nya

sayapnya mengepak
melambai pada sang pujangga
seakan muncul asumsi yang tak terpahamkan
bagaikan sang pujangga diharuskan mendekat kemudian bersamanya
mengukir indah dalam memorinya
meski hanya sekejap

inginnya bersama sang pujangga
hanya itu, cukup dan tak ada yang dilebihkan
dengan menggoda manis
melambai indah
memancarkan warna hidup kebahagiaan
dan terus memberi harapan pada sang pujangga

untuk terus hidup dan meneruskan hidupnya
meski tak selamanya akan tetap hidup
tapi setidaknya menjauhkan jarak
dari ketidakhidupan.


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
saat mata lelah ini membuka
menandakan kehidupan telah teka
lalu ku beranjak ke penyucian
posisi yang menyamankan untukku

lalu kepala ini menengadah ke atas langit
melihat sang bintang dan rembulan kokoh di pangkuannya

satu bintang satu rembulan
elok nan sungguh menawan ku baca

tersirat satu makna ketika bintang dan rembulan berjauhan
bintang, bagaikan meraung ingin dekat
namun sang rembulan hanya terdiam tak menganggap
tetap kokoh tak beranjak, memamerkan kedigdayaannya
tak ingin memerhatikan siapapun
yang di inginkan hanyalah
dia diperhatikan oleh siapapun

bagaikan angan yang lewat selintas saja
bintang tetap kokoh tak beranjak
hanya ingin menemani sang rembulan
meski jauh dan di acuhkan

harapanku hanyalah
ketika mereka dapat menyatu
membuat pola yang begitu indahnya
semoga kan tetap membahagiakan
mengulurkan nuansa menyejukkan bagi yang memandang
hingga dirasa keanggungan yang begitu agung

oleh sang pencipta
bagi kita semua
wahai umat manusia


Tsalisa Yuliyanti
Unknown
dunia ini begitu mempesona
menuangkan segala ambisi yang terperangkap
dalam jiwa yang terpendam
lalu tercurah segala isinya

melalui dunia, seakan hasratnya tak tertahan
meluapkan sepenuhnya
meski tak semua
sekadarnya saja, namun menenangkan

berucap tak dusta
terluapkan sesungguhnya
membuat pengertian yang memantapkan
menjadikannya lebih bermakna
dan dipahami, jika sesungguhnya begitulah adanya
tanpa kemunafikan dalam isinya

dan mulai berangkat raga ini meninggalkan dunia
seakan yang lalu hanyalah fatamorgana
meski terasa sungguh
namun lah yang sungguh sesungguhnya
adalah nanti
yang tak dimengerti oleh siapapun

bersujud saja
ketika semua telah tercurah dengan sepenuhnya
maka tenang hati pasti akan dirasa
menyamankan untuk batin
Unknown
berjalan terus mendekat dalam kotak
lalu berdiam
bisakah saya membuka mulut ini
lalu bersikap, meski tak mengubah

dan saya terjebak, tertahan olehnya
yang rutin mendekat, lalu mencegah
ekspresi dapat tercurahkan
begitupun adanya
keraguan yang datang, menjadikannya buruk

indah sesungguhnya
dari sumber yang menguasai
untuk segalanya yang mengindahkan

ekspresikan jiwamu dalam lapang itu
basah kuyup terselimut air dari langit
tak menghangatkan
namun menggigil

tak mengapa katanya
ketika seluruh hasrat telah tercurahkan
dan terbawa air hujan
lalu meninggalkan jiwa-jiwa yang kini tenang

dan dapat kubuka mulut ini sekarang
dapatkah di tanggapi


Tsalisa Yuliyanti
Unknown
BERsambunglah jika memang itu membenarkan
berkelitlah wahai sang pengembara yang baik
berkelana sesuka hati
namun masih tersusun dengan apik

BERsandarlah terus pada apa yang meyakinkan
dengan menoreh kesan menyenangkan
hanya untuk anda
dan mereka yang masih awam mengenal anda

BERnapaskan semangat membara
dengan tujuan yang telah anda rangkai begitu indah
menjadikan anda begitu terbuai akan rayuan hidup seperti itu
mengantarkan pada kenyamanan yang terus menyamankan

BERsama anda
bolehkah aku mengikuti anda
aku ingin mengertinya
bagaimana anda melakukannya???


*Tsalisa Yuliyanti





Unknown
berjalan dan terus saja
yang tak terhentikan meski mereka memanggil
berjalan terus
dengan kaki jenjang ku

berjalan saja terus

kakiku menapakki hak sepatuku
terasa amat sangat susah sekali
kaki bagian depanku di bagian bawah
dan yang belakang menjulang tinggi

elok kataya
namun merasa tersiksa
itu bagaimana?

merasa cantik
namun tak menyamankan
seperti apa rasanya?

berjalan ya dengan kaki
kaki itu perlu penyamanan
apa kah dengan hak itu?

coba kita bertanya pada
pada kaki ku
"nyaman kah kau kaki ku?"
"untuk?"
" hak yang ku berikan padamu"
 hak ini bukan apa yang seharusnya dia dapatkan
hak ini menyiksanya
memaksanya merubah posisi
dari nyaman menjadi resah
memang
dari biasa menjadi tak biasa

untuk apa si cantik?
yang menyiksa diri
padahal cantik yang menyamankan saja banyak cara

hak itu tak bersalah
aku yang bersalah
telah menyiksa kaki ku dengan hak ku


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
sampai waktuku telah berlalu
dan memalingkan segalanya
pada sisi yang menyamankan
berhenti menulis dalam lembaran kosong yang sudah sedari dulu di siapkan

terhenti mungkin dapat dikatakan
mengungkapkan kegelisahan yang tak berarti
menumbuhkan semangat yang kemarin berdiam
dan memulainya dari awal

bukan penyesalan dan kekecewaan yang muncul dari lubuk hati
hanya saja
menjadikan bahan untuk ku bisa merubahnya lebih baik
lebih bermakna
dan menjadikannya bermanfaat

ini salah sendiri
hanya saja kau yang istimewa
yang seharusnya kau dan aku tak bersua
meski hanya singkat, namun mengena
untuk kku, mungkin tidak untuk mmu

tak ingin ku berucap maaf
sesama jahat jangan saling menghakimi
tak ada yang benar,
tak ada yang salah

kita, sesama jahat
sedari awa-----
sampai akhir

Unknown
Kehilangan dirimu
Menyakitkan nurani
Separuh nyawa terbawa
Menyisakan perih di hatiku
Baiknya semua kenangan yang terindah
Tak ku balut dengan tangis
Baiknya setiap kerinduan yang merajam
Tak kuratapi penuh penyesalan
Ku hanya terus berharap
Ini bukan kenyataan
Kau pergi tinggalkan dunia fana
Akhiri kisah asmara kita berdua
Reff:
Baiknya semua kenangan yang terindah
Tak ku balut dengan tangis
Baiknya kulepaskan
S’gala kepedihan tuk merelakanmu
Benarkah semua ini terjadi
Betapa kumencintai dirimu
Ku tak kuasa menahan kesedihan
Yang begitu dalam
Unknown
I. Morfem Bahasa Indonesia
Morfem adalah bentuk terkecil yang mempunyai arti. Ilmu, cabang tata bahasa yang mempelajari/menyelidiki bentuk terjadinya kata disebut morfologi.
Macam-macam morfem:
a. Morfem bebas yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri, tidak terikat kepada morfem lain.
Contoh:
Makan, minum, lari, indah, hormat, datang, sedih, rajin, pergi, pandai, bagus, terbit
ciri-cirinya:
- kata dasar
- dapat berdiri sendiri dan tidak terikat oleh morfem lain
b. Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan terikat dengan morfem bebas (morfem yang mengikutinya). Morfem terikat biasanya dikenal sebagai afiks atau imbuhan.
Macam-macam morfem terikat:
- berupa awalan, akhiran, dan sisipan
Misal:
me- -an, per- -em-, ber- -I, se- -er-, per-, pe- -nya, -el-,di-, ke-, ke-an
- kata tugas, misalnya: kata depan, kata sambung, dan sebagainya
- terikat pada bentuk tertentu (unik), misalnya: ara, dampar
Macam-macam imbuhan
Imbuhan adalah bentuk bahasa yang terkecil yang mempunyai arti dan selalu diimbuhkan atau digabungkan pada morfem bebas atau kata dasar, biasanya berupa morfem terikat
Macam-macam imbuhan adalah:
1. prefix = awalan
2. sufiks = akhiran
3. infiks = sisipan
4. konfiks= gabungan awalan dan akhiran yang sekaligus dipakai
Proses melekatnya afiks pada kata dasar (pengimbuhan) disebut afiksasi.
a. Prefiks (awalan) adalah imbuhan yang dilekatkan pada awal sebuah kata.
Misal: bermain, membaca, mencuri
Macam-macam awalan:
me- misalnya pada kata: menulis, menyanyi, membaca
ber- misalnya pada kata: berjalan, berlari, bermain
per- misalnya pada kata: perbesar, perkecil
se- misalnya pada kata: sekelas, serumah, serumpun
ke- misalnya pada kata: ketua, kekasih, kehendak
pe- misalnya pada kata: pendengar, penangkis, penulis
b. Akhiran (sufiks) adalah imbuhan yang dilekatkan pada akhir sebuah kata.
Misal: minuman, seniman, bukumu
Macam-macam akhiran:
-an misalnya pada kata: bacaan, ajaran, tulisan
-kan misalnya pada kata: bersihkan, bubarkan, naikkan
-nda misalnya pada kata: ibunda, ayahanda, ananda, kakanda
-wan/man misalnya pada kata: seniman, wartawan, budiman
-wati misalnya pada kata: karyawati, seniwati,wartawati
c. Sisipan atau sufiks adalah imbuhan yang dilekatkan (disisipkan) antara fonem pertama dan fonem kedua dalam sebuah kata.
Misal:
-er- : gerigi
-em- : gemuruh, kemuning, temali
-el- : telunjuk, telapak, pelatuk
d. Gabungan imbuhan (konfiks) adalah gabungan imbuhan yang dipakai sekaligus dalam pembentukan sebuah kata komples atau kata jadian
misal: me-kan pada kata: memasukkan, melakukan
me-i pada kata: membenahi, menyetujui
ber-an pada kata: berlarian, berjatuhan
meper-i pada kata: memperlucuti, memperlengkapi, mempersetujui
diper-i pada kata: diperlengkapi,
diper-kan pada kata: dipersatukan, dipertanyakan
Partikel lah, tah, kah dan pun tidak dapat digolongkan pada akhiran (imbuhan) karena fungsinya tidak sama dengna imbuhan.
Imbuhan produktif dan imbuhan improduktif
Imbuhan yang produktif adalah imbuhan yang lazim (umum) diketahui dan digunakan karena dengan mudah dapat digunakan untuk membentuk kata kompleks apa pun.
Misal: me-, ber-, per-, ter-, di-, se-, -an, -I, -kan, -nya, me-kan, ke-an, pe-an, me-kan, me-i,
di-kan
imbuhan improduktif adalah imbuhan yang tidak produktif. Jadi imbuhan improduktif adalah imbuhan yang dalam pemakaiannya terbatas pada kata-kata tertentu saja, tidak banyak berkembang pemakaiannya dengan kata-kata lain. Sukar dan kaku untuk digabungkan secara lebih luas pada kata-kata lain.
Misal: ke-, -nda, -man, -el-, -em, -er-
Imbuhan yang berasal dari bahasa asing
Misal: a- misalnya pada kata: asusila
an- misalnya pada kata: anorganik
auto- misalnya pada kata: autobiografi
Beberapa imbuhan yang berasal dari bahasa asing
a. Awalan:
antar-, dwi-, inter-, pra-, auto-, prati-, anti-
b. Akhiran:
-in, -us, -at, -ur, -al, -or
Alomorf
Merupakan keanggotaan morfem terikat.
Misal: awalan me- menjadi mem- , men- , meny- , meng- .
Jadi alomorf adalah perubahan bentuk morfem yang disebabkan oleh lingkungan yang dimasukinya.

II Bentuk Kata
Ditinjau dari bentuknya, kata dibagi menjadi:
a. Kata dasar
b. Kata jadian
c. Kata ulang atau reduplikasi
d. Kata majemuk atau kompositum
a. Kata dasar adalah kata yang merupakan dasar untuk pembentukan kata yang lebih besar.
Kata dasar dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Kata dasar primer adalah kata dasar yang belum mendapat imbuhan.
Contoh: makan, minum, jalan, lari, pergi
2. Kata dasar sekunder adalah kata dasar yang telah mendapat imbuhan.
Contoh: terlambat, ketua, terkejut, kehendak, keluar
b. Kata jadian (kata kompleks) adalah kata yang sudah mendapat afiks (imbuhan) atau kata dasar + (awalan, akhiran, atau sisipan, konfiks).
Contoh: menulis, membaca, menyanyi, berjalan, berlari, bermain, keamanan
c. Kata ulang adalah kata yang diulang kata dasarnya, baik sebagian atau seluruhnya.
Contoh: jalan-jalan, berjalan-jalan, berlari-lari, bersenang-senang
Macam-macam kata ulang:
1. Kata ulang murni (sejati) adalah kata yang diulang kata dasarnya.
Contoh: ibu-ibu, danau-danau, rumah-rumah, jalan-jalan
2. Kata ulang berimbuhan adalah kata ulang yang mendapat imbuhan, berupa imbuhan awalan, akhiran dan/atau sisipan.
Contoh: berjalan-jalan, berlari-larian, bunga-bungaan, gemerlapan
3. Kata ulang semu adalah kata ulang yang tidak diketahui kata dasarnya dan perulangannya sudah berubah artinya.
Contoh: laba-laba, biri-biri, gado-gado, kupu-kupu
4. Kata ulang dwipurwa adalah perulangan atas suku pertama kata dasarnya dan vocal dari suku pertama mengalami pelemahan.
Contoh: lelaki, tetamu, tetangga, leluhur
5. Kata ulang berubah bunyi adalah kata ulang yang berubah baik vocal ataupun konsonan.
Contoh: lauk-pauk, compang-camping, sayur-mayur
d. Kata majemuk adalah gabungan dua buah kata yang mengandung arti baru.
Contoh:
orang tua : ibu bapak
raja muda : wakil raja atau semacam gubernur jenderal
sapu tangan : pelengkap peralatan wanita
kaki tangan : pembantu utama yang menjadi kepercayaan
Perbedaan kata majemuk dengan aneksi (kata gabung)
1. Batasannya:
a. Kata majemuk
Kata majemuk adalah susunan dua buah kata atau lebih yang sangat erat kaitannya dan menciptakan suatu pengertian baru.
Contoh: ruang tamu, obat cacing, kertas padalarang.
b. Aneksi (kata gabung)
Aneksi adalah rangkaian dua patah kata atau lebih yang erat sekali kaitannya, tetapi tidak menciptakan suatu pengertian baru.
Contoh: lukisan Amir, keputusan rapat, balai desa, penjaga gudang padi.
2. Pengulangannya:
a. Kata majemuk, kalau diulang harus diulang penuh.
Contoh:
meja hijau – meja hijau
kamar dagang – kamar dagang
mahasiswa – mahasiswa
b. Kata gabung (aneksi), kalau diulang tak perlu diulang penuh
Contoh:
orang – orang kampung
tas – tas baru
barang – barang antik

III Jenis Kata
Pembagian kata ditinjau dari jenis (kelas) katanya, menurut tata bahasa tradisional ada 10 jenis kata, yaitu:
a. kata benda (noun)
b. kata kerja (verb)
c. kata sifat (keadaan) (adjective)
d. kata keterangan (adverb)
e. kata ganti (pronoun)
f. kata bilangan (numeral)
g. kata penghubung (conjunction)
h. kata sandang (article)
i. kata depan (preposition)
j. kata seru (interjection)
pengertian:
A. Kata benda adalah semua nama benda ataupun sesuatu yang dibendakan.
Misalnya: meja, kursi, lemari, Jakarta, Yogyakarta, keagamaan, keyakinan
Menurut fungsi dan jabatan, kata benda berkedudukan sebagai subjek dan sebagai objek (objek penderita, objek penyerta, objek pelaku) dalam kalimat.
Kata benda dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Kata benda abstrak adalah kata benda yang tidak bisa kita lihat dengan
panca indera, misalnya:
a. nama keadaan: kesusahan, kesedihan, kegembiraan, kesombongan
b. nama pekerjaan: terbangnya, duduknya, jalannya
c. nama sifat: kecurangan, kebohongan
d. nama pengertian: keagamaan, keyakinan, keamanan, kerugian
2. Kata benda konkret (nyata) adalah kata benda yang bisa kita lihat dengan panca indera atau dapat diwujudkan atau dirupakan.
Macam-macam kata benda konkret antara lain:
a. kata benda konkret nama diri adalah menunjukkan nama-nama diri benda tertentu, misal: Saman, Sidin, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Ciliwung
b. kata benda konkret nama jenis adalah kata benda yang menunjukkan benda yang berjenis, contoh: anak, ibu, pria, wanita, laki-laki, ayah
c. kata benda konkret nama himpunan adalah benda yang menunjukkan kumpulan-kumpulan tertentu, misal: regu, peleton, organisasi
d. kata benda konkret nama zat adalah benda-benda yang menunjukkan bahan, contoh: air, udara, emas, perak, kayu
B. Kata kerja (verbal) adalah kata yang menyatakan perbuatan atau pekerjaan
Macam-macam kata kerja:
a. kata kerja transitif adalah kata kerja yang digunakan dalam kalimat yang harus diikuti oleh objek (baik objek penderita, penyerta, ataupun objek pelaku sebagai pelengkap).
Contoh: Ani menulis surat.
b. kata kerja intransitif adalah kata kerja yang digunakan dalam kalimat yang tidak membutuhkan objek sebagai pelengkap.
Contoh: Ani menangis.
c. kata kerja aus adalah kata kerja yang tidak dapat dibuat menjadi bentuk pasif
Contoh: Ayah pergi ke kantor.
C. Kata sifat/ keadaan/ adjective
Kata sifat adalah kata yang menunjuk sifat suat benda yang tetap (tidak berubah-ubah).
Macam-macam kata keadaan:
a. kata keadaan substansif adalah kata keadaan yang dipakai dalam kalimat sebagai pokok kalimat (subjek) atau kata keadaan yang dianggap benda.
Contoh: Tingginya 2 meter.
b. kata keadaan atributif adalah kata keadaan yang berfungsi sebagai keterangan subjek atau pokok kalimat.
Contoh: Rumah baru itu terbakar.
c. kata keadaan predikatif adalah kata keadaan yang dalam kalimat berfungsi sebagai predikat.
Contoh: Rumah itu bagus.
D. Kata keterangan (adverb) adalah kata yang menerangkan selain kata benda juga menerangkan
kata kerja, kata keadaan atau kata sifat.
Macam-macam keterangan:
a. kata keterangan waktu
Misal: sekarang, kemarin, tadi, lusa, nanti, esok, dahulu
b. kata keterangan tempat
Misal: di sana, di situ, di Bandung
c. kata keterangan kesungguhan
Misal: tentu, pasti, sungguh, sudah, belum
d. kata keterangan keadaan
Misal: sangat, amat, makin, lebih, lambat, cepat-cepat, hati-hati
E. kata ganti (pronoun) adalah kata yang menggantikan kata benda atau
sesuatu yang dibendakan.
Macam-macam kata ganti:
1. Kata ganti dibagi atas:
a. kata ganti orang pertama, dibagi menjadi:
- kata ganti orang pertama tunggal: aku, saya, hamba, beta, awak
- kata ganti orang pertama jamak: kami, kita
b. kata ganti orang kedua:
- kata ganti orang kedua tunggal: kamu, engkau, tuan, nyonya, saudara,
anda
- kata ganti orang kedua jamak: kalian
Sumber: Ny. Suliyati, Spd. Bunga Rampai: Ebtanas Bahasa Indonesia SMU
Unknown
malam kembali malam
merekam diriku tanpa tersadarkan
meski ada alur ceritanya
tak membangunkanku dari mimpi

menyisakan kesakitan ketika ku menjumpainya
meski tak bersua
namun tetap memainkan
rasa sakit yang teramat perih

bersinergi meski melelahkan
ingatku pada kisah yang sampai kini terus berjalan
menjadikannya sebuah baris
yang menghasilkan kenangan yang entah kan menjadi apa kelak

diam saja kali ini
tak berteriak meski dalam hati
tertunduk tak menginginkan
namun harus dijalankan
kewajiban yang membebankan

asumsiku terlalu buruk dan dalam
aku ingin terlepas dari semua jerit itu
beralih ke situasi yang membuatku biasa saja
Unknown
ketika sang senja mulai mendekat
tali itu awalnya hanya tergleletak lemas tak berdaya
terdiam membisu,
tak memedulikan sekitarnya

saat senja telah sampai
berada dihadapanku
tali dengan tanpa permisi
menggerakan lihai tubuhnya melilitku
terus melilitku tanpa henti
dari sang jari kaki. . .kaki. . .
naik perlahan menyakitkan

terasa sungguh sakit
terasa sungguh melemahkanku
tak bisa ku bertindak apapun

dan seluruh tubuhku kini telah terikat penuh oleh sang tali durjana
kenapa sang senja mendekat dan datang dihadapku
yang menyebabkan tali durjana itu melilitku keras
sungguh menyakitkan

bagaimana ku melepasnya



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
Morfologi : cabang linguistik yang mengidentifikasikan satuan-satuan dasar bahasa sebagai satua gramatikal. ilmu yang mmplajari tentang morfem. ilmu yang mngkaji pembentukan kata dalam satu kajian waktu (sinkronis)
Morfem : satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna.
Makna Lesikal :  makna kata atau leksem sebagai lambang benda, peristiwa, obyek, dan lain-lain. Makna ini dimiliki unsur bahasa lepas dari penggunaan atau konteksnya. 
Makna Gramatikal : makna yang terbentuk setelah ada penggabungan, contoh: berbaju, membaca, dll 

Macam-macam morfem :
1. Morfem bebas dan morfem terikat
Morfem bebas : morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan.
Morfem Terikat : morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan.
Semua afiks dalam bahasa Indonesia adalam morfem terikat. 
Menentukan Morfem Babas :
- Morfem harus dapat disendirikan
- dapat digantikan posisinya oleh yang lain
- Dapat dipisahkan kata lain
- Letaknya dalam deret dapat dibedakan
2. Morfm Utuh dan Terbagi
Dibdakan dalam bntuk formalnya
Mofem utuh : morfem bebas termsuk dalam morfem utuh, morfe terikat ( me, ter, ber, dll)
Morfem terbagi : dua bagian terpisah karena disisipi morfem lain. morfem terikat yang dapat disisipi.contoh : Kesatuan [Ke-an] + [satu]
[ke-an] merupakan morfem terbagi
3 Morfem Segmental dan Suprasegmental
Segmental: bunyi
Morfem Segmental : merfem yang tersusun dari unsur segmental yang berupa bunyi apa adanya.
Morfem Suprasegmental : adanya penekanan, nada dan yang lain (suprasegmental), yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental.
4 Morfem beralomorf zero(0)
* bentuk morfemisnya berbeda namun memiliki ciri dan makna yang sama
* tidak masuk dalam morfem segmental dan suprasegmental. adanya kekosongan,
5. Morfem bermakna Leksikal dan tidak bermakna Leksikal
*Bermakna leksikal : morfem2 yang scara interen memiliki makna sendiri tanpa mengalami proses morfologi dengan morfem lain
*Tidak bermakna Leksika : belum memiliki makna sendiri, akan memiliki makna jika digabung dengan morfem lainnya melalui morfologis, proses afiks.
Unknown
*resepsi sastra : bagaimana sastra dapat diterima
Formalisme Rusia : Aliran yang berasal dari formalis Rusia yang mengutamakan metode atau teknik formal dalam melihat karya sastra.
=Form : bentuk - Kesastraan/ literalinost

Yang melatarbelakangi munculnya formalisme Rusia
*Pembicaraan sastra terpengaruh atau dikaitkan dengan fakta2 atau kondisi impiris (kemasyarakatan, geografi, asal, pengarang)
*Kaum Formalis dipengaruhi oleh pemikira D'sausure
karena kajinnya menjadi landasan atas karya sastra yang di usulkan
D'sausure : bahasa dapat dikaji secara sinkronik(pengkajian melalui bahasa itu sendiri pada suatu masa) dan diakronik(perbandingan bahasa dari masa ke masa)
Bentuk : penggunaan bahasanya.

Kaum Futuris menjadi inspirator kaum Formalis
kaum atau sastrawan yang menggunakan artistiknya untuk melawan kaum Borjuis( bangsawan )
Bentuk: teknik penulisan
Maya S : menawarkan materialisme dan
Kaum Futuris : seniman sebagai penghasil kerajinan tangan

Kaum Formalisme hanya memandang mengenai teknik-teknik yang di lakukan oleh kaum Futurisme, namun tidak terjebak dengan slogan atau retorika dari kaum Formalisme.
Defamiliarsisasi - pengasingan - (berkaitan dengan persepsi) objek dalam cara pandang kita sudah lazim, kemudian di ubah dan disegarkan kembali menjadi suatu karya sastra.
Dipertajam, yang tadinya otomatis menjadi diotomatis

Bentuk :
1. Aspek-aspek/ penggunaan bahasa

kaum Formalis dalam mengkaji suatu karya sastra berbeda dengan kaum romantik yang memperturutkan persepsi mereka sendiri, namun melihat bagaimana suatu karya satra itu tanpa menggunakan persepsi sendiri.

Pandangan Formalisme Rusia terhadap prosa
- isi : terikat pada bentuk, untuk mengungkapkan isi harus melalui bentuk
- bentuk : penggunaan bahasa
- prosa terdiri atas konsep
*Fabula ( cerita )-berkaitan dengan kejadian atau peristiwa yang berkaitan dengan fakta/ seluruh peristiwa yang dikisahkan dalam cerita
*Sjuzet : teknik/pengolahan dari Fabula, menentukan kesustraan sebuah karya sastra.


Unknown
berjalan terus tak terhentikan
meski terkadang teringat lagi
kembali merasakan perih itu
namun salahku tak mengabari

menganggap tak berkutat dalam masalah
menganggap ku rendah
dan memalingkan tubuhmu
ke sisi yang menyakitkan untukku

menghentikanmu ku tak bisa
terus pada semua keinginanmu
yang tak di mengerti oleh siapapun
namun ku mengertinya

kau bersisi dua
pembohong yang ulung
masih bisa tertebak olehku

dasssaarrr pembohong ulung
yang balum bisa bersikap tegas

untung aku yang mengerti
bagaimana jika mereka yang mengerti
kau kan jatuh
mungkinnn
aku akan menjaga
meski kau pun terkadang tak memahami
apa yang sedang kujaga

rahasia yang jika ku mengumbarnya
kau kan marah se marah-marahnya
benci se benci-bencinya
namun ku tak memedulikannya
terlalu lelah ku menanggapi

ingin ku tak menemukanmu lagi
namun masih ada tiga tahun kedepan
kuat ku rasanya
namun tak tau esok atau lusa

sudah terlanjur menyeruak rasa kecewa
terlalu kejam ku menyangkamu
jangan bermanis ria di depan ku
aku telah memahami
namun ku balum mengambil tindakan untuk itu
sementara berdiam dulu
sambil menyaksikan mu tertawa dengan nya


Unknown
Seketika menyeruak akan kabar yang menarik
telah ku menjalani meski dibilang singkat
namun dalam hati mengenanya
terasa selalu basambung tak memutuskan

asumsiku benar kah
atau memang tak seperti yang terekam olehku
semua begitu sama
sama saja dengan yang terpikirkan
terlihat sama
apa memang sama

kau melambai
dia malambai

kau mendekat
dia mendekat

kau memudar
sama
dia memudar

kau tak terkabarkan
masih sama
dia tak terkabarkan

terombang ambing ku dalam pusaran yang mencekam
yang entah akan membahagiakan atau menjerumuskan
ingin ku tetap menjalani
hanya sebagai pelajaran hidup
yang dapat ku bagikan
bukan dengan siapapun
melainkan buah hati ku tercinta kelak

agar dapat bertindak
layaknya orang bijak
yang memutuskan perkara
tanpa tergesa

sama dan terus sama
semoga tetap yang sama
baik



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
*Persuasi propaganda
Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.
Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajaka. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengidap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selebaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda.

Contoh 1 
Marilah kita membuang sampah pada tempatnya, agar lingkungan kita bebas dari banjir dan bebas dari penyakit yang disebabkan oleh sampah – sampah yang di buang tidak pada tempatnya. Oleh karena itu, perlu kesadaran pada diri kita masing – masing untuk membuang sampah pada tempatnya.
 Contoh 2    
Banyak orang yang meremehkan sampah. Bahkan, tidak terpikirkan hal yang akan ditimbulkannya. Walaupun tempat sampah banyak disesidakan, tetapi kepedualian seseorang terhadap sampah sangat kurang. Sebagai siswa, kamu sebaiknya menyadari dan memiliki sikap peduli terhadap sampah. Oleh karena itu, buanglah sampah pada tempat sampah.
 Contoh 3    
Kebersihan adalah hal terpenting dalam kehidupan. Tanpa kebersihan, mungkin dunia kita akan dipenuhi dengan sampah. Dimana - mana terjangkit beragam jenis penyakit yang akan menghantui manusia. Beragam bencana pun akan timbul. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan kebersihan dimanapun kita berada.    
Unknown
Sajak ku masih berlanjut
ketika semua telah berlalu
meninggalkan kertas bercecer
menyampah dalam pandangan yang merayu

mengulurkan tangan ini
meski mungil tak berarti
setidaknya bisa mengurangi sampah dalam pandangan
hingga merasuk indah dalam kalbu tuk berpandang

tak membiarkan nya merusak indah pandangan
mengalihkan memori kelam dalam syaraf otak ini
mengubah pemikiran yang terus tak terjelaskan
oleh keadaan yang belum dimengerti sepenuhnya

bagaimana harus berpikir
bagaimana harus bertindak
melangkah tak pasti tak bertujuan
hanya mengandalkan insting yang terkadang meleset
menerjang jauh dari lingkaran aman
tuk satu kemungkinan yang membahagiakan
tak memikirkan setumpukan sampah yang terus mendekat
setidaknya aku mencoba

tak dipugkiri terkadang membelenggu
bertengkar hati nurani dan yang nyata
membuatku tak mengerti
memalingkan semua dan tak memilihnya

hanya menjalani
setidaknya akan tau ketika telah mencobanya
apapun yang kan terjadi
baik buruknya
itu hadiah dan resiko yang diemban
tanpa rasa menyesal akan keputusan yang salah
tanpa rasa yang terlalu bangga akan keputusan yang benar

ketka kita mau mencoba
setidaknya mau mencoba
bukan hal yang salah atau benar
kta belum mulai mengrti
lakukan saja!!!
dan pasti akan memahami. . .


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
*FONOLOGI

Bunyi Bahasa : bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki susunan atau runtutan bunyi yang membedakan makna.

*) Fonologi
    Ilmu yang mempelajari bunyi yang dihasilkan oleh alat  ucap manusia yang memiliki susunan atau runtutan  bunyi yang membedakan makna.
- Alat Ucap Manusia : untuk artikulasi yang diucapkan  jelas, letk titik artikulasi, berdsarkan posisi lidah,
Paru-paru
Batang Tenggorokan
Pita Suara
Kerongkongan
Anak tekak
dll.

*)Fonologi : Fonetik dan fonemik
      - Fonetik ; cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memerhatikan apakah bunyi-        bunyi tersebut mmpunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.
      - Fonemik : cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memerhatikan fungsi bunyi    tersebut sebgai pembeda makna.

*) Fonetik dibedakan menjadi tiga :
    - Fonetik artikulatoris : mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dengan menghasilkan bunyi bahasa, serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan.
    - Fonetik akustik : mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam.
    - Fonetik auditoris : mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita

ai, au, oi, ia : gabungan vokal
ng, ny, kh, sy : gabungan konsonan

jumlah Fonem ---- 26(abjad)+4(gabungan konsonan)+ 4(gabungan vokal)+2 ( 3, 6) = 36
Unknown
Kelak aku harap
Semoga pertemuan kan kembali datang

Entah kapan
aku tak pernah tahu
jika kau memaksaku untuk lupa
tak bisa segampang yang terucap
semua telah menjelma dalam kenangan
terbingkai rapi dalam album hidup

Alur hidup yang ternyata tak sesuai harap
takdir berbeda dengan yang ada
pilih jalanmu. . . . .jalanku pun kan ku pilih
Perpisahan adalah satu akibat pertemuan



 _Bun Elsa Rusadi_
 9 November 2013
Samping Auditorium
       UNNES
Unknown
Tahukah kau
diam dan air mata mungkin senjata wanita
ya senjata untuk melupakan segala rasa
jangan pernah kau tanya
tenang rasa itu

Bukan hal yang baru lagi
muak sudah pikirku
belajar memahami memang tak mudah
tak mudah jika kau hanya memenangkan ego

Sungguh ego dan keterpaksaan
adalah dua hal yang kutahu darimu sekarang

Jangan pernah benar-benar berjanji lagi
cukup sekali dan itu pun terkhianati

Hilang . . . . . . . . . .  . . . . . Lenyap
aku mulai belajar menyendiri
Biarkan . . . . . . . aku ingin menepi


_ Bun Elsa Rusadi _
 9 November 2013
     Pukul 21.50
Samping Auditorium
        UNNES
Unknown
Terduduk tak manis kudisini
mendengar asumsi hasil rundingan
menatap melingkar tanpa henti
hanya terdiam ku tak berdiri

hingga muncul arah sakit yang mendekat
mengikuti kepala yang terdiam
dan tak mengerti asal bermuncul
yang terus menyakitiku

hingga ku menyadari sang jangkrik telah mendekat
entah apa yang terkabarkan
aku tak mengerti
lalu dia terusir tangan mungil

aku ingin tetap disini berdiam
mendengar mereka berasumsi
menatap mereka bergerik
sejauh pantauan ku



*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
tangkai itu melambai padaku
entah apa yang ingin tercurahkan
sejenak ku memandang
lalu ku mendekatnya

terlihat tegar dia menahannya
sang terjaga tak menanggapi
kudengar tangisan yang tersirat darinya
menungguku memulai bersua

lusuh, kering, tak segar
terlihat olehku akan rupanya
menahan sang terjaga untuk tak beranjak dari keindahan
dengan segala upaya
memenuhi segala keinginannya

meski terkadang sang kumbang mendekati yang terjaga
tangkai selalu tak bersua
hanya diam mengamati
melindungi sang terjaga

sang terjaga tak mengerti
kepastian sang kumbang adalah jodohnya hanya itu yang dipahami

tak terpikir akan pengorbanan tangkai untuknya
terus tersirat sang tangkai yang merana
tak harap kecewa muncul
seketika kabar menyeruak
sang terjaga telah tiada.


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
hidup seakan terbuang
terinjak tak tersatukan
bukan struktur yang menarik
memejamkan mata yang dipaksakan

ketika pasir telah terinjak kaki mungil
kuat pijakan, merasa sakit
bagai air yang telah bercampur
sang  noda  yang menggumpal
penghuninya merasa kesaitan

rumah tak menyamankan
letih yang terasa tak dihilangkan olehnya
keniscayaan keburukan menghampir sekejap
mengetuk pintu bersinggah sejenak
mengisi kisah kelam dalam kehancuran

ombak terlalu marah sedari tadi
gunung tak sabar memuntahkan lava kesakitan
bumi telah menggetarkan detak jantung yang memburuk
tak sadarkah keburukan bersinggah saat ini

saat suasana hati pun tengah bergoncang
akan kondisi yang membingungkan
menahan tak beranjak dari manapun
agar tak menambah kesakitan yang teramat mengguncang

sendiri terdiam,
tak ingin berucap
ketakutan menyelinap dalam ruang kerja otak
yang sedang rusak
memancarkan raut luka yang teramat tajam  

terguncang rasa ini akan asumsi itu. . .


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
dan ingin ku serius
antara kau dan aku
menghiasi hidup yang pasti
pandang ke depan yang menentramkan
bersama mengisi hidup yang menggembirakan

senyum senang terpancar dariku
memandang kau dari kejauhan
dan hanya sekejap
meski ku tak beranjak dari kursiku
tuk mendekatmu

istimewa
terasa serasi dalam sanubari
melangkah menapaki jejak berdua bersama

inginku dirimu
bukan yang lain
jelaslah
ku menaruh rasa padamu


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
dunia seakan terus menyambung
antara aku, dia dan mereka
menglunkan kisah yang terus bergulir
yang terukir dari anggapku

mereka dan dirinya mungkin tak mengerti
aku mengetahuinya
atau aku yang tak memahami
begitu bersinambung
dan tak ada yang terlepas

hanya aku yang melihat semua itu
membuatku merasa hal berbeda
ingin ku ceritakan semuanya
yang terjamah dan terasa oleh relung hati dan pikiranku

agar kalian mengerti
dan memahami
namun hanya satu yang teristimewa
hanya dia di hadapku
ku anggap mereka hanya pembentuk pola kisahku

ku hargai mereka
yang menorehkan kesan di hati
ku ucapkan, kalian tak mengerti
hanya ku yang memahami

tak adakah yang menyadarinya
sungguh ku merasa tak enak
gundah hati terasa merasuk
menyelinap di antara kedinginan hati yang sedang merindu


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
buka jendela mata ini
lelahku masih terasa
sang embun telah menyambutku
di kedinginan yang merasuk

masih subuh rupanya
ku kedipkan mata sayup ini
berlenggang menuju penyucian
dari segala hadast yang telah melekat

terasa tenteram jiwa ini
mulaiku menyerahkan segalanya
pada sang Ilahi
bersujud ku pada-Nya
menengadahkan tangan ini
tuk bersyukur
memohon ampun
pun meminta

tak ku menyangka
akan beban hidup ini
benar tak memberatkanku
mudah saja bagi ku
tuk meneruskan hidup ini

niatku yang kokoh
memintaku tuk bertahan
meski terkadang 
pikiran perasaan tak seirama
saling bersinggung tak kumengerti
hingga amarah dalam tangisku membanjir

dengan tangan Tuhan
percaya ku rasakan
semua kan bergulir indah
memangku kewajiban yang harus terindahkan
dengan penuh tanggung jawab
ku memulai hidup ku dengan ridho Ilahi

Bismillahirohmanirohim. . .



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
dan lagi
hal yang telah terasa
mengantarku pada kekecewaan,
mengharapmu yang tak bersungguh
akan jalin yang ter inginkan

kau merasanya begitu biasa
kecewa telah tumbuh direlungku
aku bersedih
kau membuatku memjadi labil
mengantarku pada ketidak tepatan

aku ingin jelas
jelas yang menenangkan
bukan membahagiakan
bukan pula menyedihkan

kau ku jadikan panutan
dalam ku bersikap dan merasa
kau  bisa menjadi contoh ku
namun ku tak dapat dekat

bersamamu tumbuh kenyamanan
membuatku merasa tak terbebankan

dekaplah tubuh ini
dengan penuh kasih sayangmu
yang tulus
untuk ku
yang haus akan pegasihan
yang ternyaman




*Tsalisa Yuliyanti



Unknown
semua telah terlukiskan dengan indah
semua alunan kasih sayang mu begitu mengena
tak melunturkan niatmu
tuk mendorongku pada panggung kesuksesan

semua yang telah kau berikan
tak sempat ku  membalasnya
dengan lirih bibirmu berkata
kau lah anakku, buah hati yang terindu

segala yang kau lakukan teramat berlebih untukku
mengingatmu ku rindu
terlalu hangat pelukmu
hingga ku terlelap

aku ingin melakukannya
untukmu
untuk kebahagiaanku dan Ibu
bersama merangkul kebahagiaan sejati
selamanya
hingga hasrat memburuk tak terungkap kembali

derai tawa mu yang ku inginkan
karena sering ku melihat kau meneteskan air mata

aku berjanji, 
demi kehidupanku
kebahagiaan Ibu
berusaha ku tuk tetap berlari
mengejar yang telah teringinkan

untuk semua yang telah dipersatukan
tekad yang membara tuk hidup yang lebih berbahagia
bersama membuka pintu kebahagian yang abadi
selamanya. . .



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
terlalu cepat cerita ini bergulir
menahanku tuk tak beranjak
tetap memerhatikan
gerak gerik kalian dihadap ku

menahan semua yang telah terasa
hingga terungkap pada akhirnya
kisah in sungguh berpola
seperti telah direncanakan
apa memang seperti itu

tergambarkan begitu elok alur ceritanya
hingga pantas tuk di jadikan fiksi
tak terpikirkan itu cerita nyata
yang ku rasakan
dari pandanganku
sejauh ini

kalian masih tak mengerti
apa memang ku yang terakhir mengetahui
apa semua ini terjadi begitu saja
apa memang telah di rencanakan

sungguh membuatku terkesima
akan pola yang begitu elok
yang baru ku sadari

jadikan lah ini karaya
kata sobat ku
sungguh menarik katanya

hah benarkah???



*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
kuatkan pikiranmu
tetapkan sebuah prinsip dalam hidupmu
cari apa yang kan kau tuju
berpakulah pada hal yang meyakinkan

meski sang durjana mendekat
kau telah memiliki sesuatu
yang terus membuatmu kokoh
dalam setiap tindakan

tak kan ada tangisan
jika kau memilikinya
tak kan ada keluhan
dalam setiap yang mendekatnya

semua telah siap
kau telah memilikinya
yakin semua kan baik saja

karena kepercayaan itu ada
dalam diri
jiwa dan kehidupanmu


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
(Mbak Lilis)

awal rasa yang telah terungkap
begitu membuai diriku
dengan lantang kau ucapkan
hingga ku tersipu

merasakan hembusan nafas
yang telah bercampur dengan cinta
menerangkan jalan kita tuk bersama
selalu bersama kita berdua

menorehkan segala kesan dalam cerita kita
kau dan aku yang menghiasi
tentang segala rasa
manis, pahit, asam, asin

telah tejalankan
semuanya
membuat istimewa
kaulah sang pujangga
yang ku inginkan



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
(Mbak Lilis)

bersamamu aku merasa
akan ketulusan cinta yang kau berikan
terlalu manis rasanya
menghiasi tiap detik raga ini bernapas

aku sudah yakin bersamamu
teramat yakin
dan memengaruhi jalan hidupku
kau lah yang meyakinkan

hingga nanti aku ingin tetap bersama
hanya dengan mu
tak ingin ku sendiri
tak ingin kau berlalu begitu saja

Jangan Pergi
tetaplah disini
bersamaku
menoreh kesan membahagiakan
dalam kertas putih
yang telah bersiap bersama kita
untuk selamanya


*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
(Mbak Lilis)

dan detik ini
aku merasakan nya
teramat membuai
mengantarku pada rasa yang menyipuku

kau terlalu istimewa untuk ku
kau terlalu sia sia tuk ku tinggalkan
bersamamu ku rasakan
hangat jiwa yang mendalam

Selalu dengan mu aku merasanya
cinta yang teramat dalam

kasih sayang tulus
terungkap jelas dari gerikmu
membuat ku yakin
akan komitmen yang menjelas



*Tsalisa Yuliyanti


Unknown
aku
sekarang
bagaikan sang sarinande
yang menangis
dan mencul bengkak di mata



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
oleh : Maluku/Ambon

Sarinande, putri Sarinande
Mengapa tangis matamu bengkak?
Aduh mama, aduhlah papa
Bak asap api masuk dimata
Aduh mama, aduhlah papa
Hati risau apakah obatnya?
Unknown
merenung
teringat satu kenangan yang telah terpatri
membawaku merasakan kobaran yang membara
begitu kau masuk dalam lingkaran yang kau tak mengerti
keringat bercucur deras tak kau hiraukan
derah mengalir bagaikan anak sungai yang mengharukan
kau anggap hanya sekadar saja

duniamu begitu istimewa
dengan ragad yang tlah tersentuh
oleh semua kesakitan
wajahmu tak menyiratkan kata berontak
akan keadaan yang membuatmu tersakiti

cinta
itu alasanmu
begitu sederhana namun begitu membara dalam relungmu
ikhlas
mengantarmu pada lingkup yang membuatmu membara
untuk Indonesia katamu

tertegun diam
menyiratkan cinta ikhlas yang begitu besar
akan tanah airmu ini

melihat, mendengar, memperhatikan
semua polahmu
mengubah pemikiranku
tentang kau yang gigih demi tanah air
dengan cinta ikhlas yang tlah terpatri

untukmu Indonesia



*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
terlihat manis parasmu
menentramkan hatinya
mengokohkan prinsipnya
tuk tetap berasamamu

dia sedang berkelana
sempat menemui
namun kau tetap yang dituju
sempat dia mengukuhkan pada
yang lain
namun tetap kau yang selalu dihati

ber baiklah kau dengannya
jangan kau anggap apapun mengenainya
kau mengokohkan dengannya
tentang suatu hubungan

berbahagialah kau dengannya
jangan ada kekecewan
jangan ada penyesalan
bangunlah dengan indah

agar ku melihat juga
keindahan yang sesungguhnya



*Tsalisa Yuliyati


Unknown
hingga pada saat ketika ku telah memutuskan
meski belum jelas
namun transparan
akan hati yang ragu
dan goyah karena sesuatu
dan memuncak saat ini

maaf, kau telah membohongi dirimu
tuk menyayangiku
dirimu yang tertekan
oleh paksaan yang tersirat dariku

memaksamu melakukan sesuatu
meski hatimu sudah melihat seseorang yang kau mau
karena sikapku
kau se enaknya
asal tak ada yang tau
maka kau akan baik saja

maaf telah mengganggu
semua kesibukanmu
entah dengan siapapun

aku ingin tetap menganggapmu
sebagai seseorang yang ku hormati

sempat ku menaruh rasa
sekarang sakit yang terasa
namun,
bagaimana dengan mu saat ini
aku pun tak mengerti

terasa, kau telah memiliki komitmen dengan yang lain
yang lebih dahulu dari ku
bahagiakan dirimu
#mohon
jujurlah pada ku
untuk hal yang baik



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
bicaralah tuk menetapkan sesuatu
kau menginginkannya
namun kau menutup semua celah gerikmu
tuk mengabarkan semua

akupun tak berkutik
menakut ku jadi rasanya
meragu ku pada akhirnya
hanya memerhatikan
segala yang terrekam mata

mengisahkan pada lembar kehidupan
yang terus merekam segala yang berlaku
didunia yang telah terpilihkan
oleh semua yang bersikap

tetapkan tindakanmu tentang semua
aku ingin mengerti
aku lah sang penunggu
untuk segala keputusanmu

bereloklah dalam menentukan
agar tak ada yang menyesal
segalanya kan baik saja

yakinkanlah, tetapkanlah
percaya itu yang membenarkan



*Tsalisa Yuliyanti
Unknown
jika kau merasanya
kesedihan yang teramat pedih
ungkaplah
tuangkan dengan sepenuh hati
caps lock ku itu
membuat mereka bertanya
tak ingin menceritakan
tak ingin terkabarkan pada mereka

pasti
ada hal yang terasa
yang telah merasuk dalam hati
entah senang atau pun sedih
menuangkan dalam caps lock itu

yang terjawab hanya
agar hati ini puas
menuangkan rasa
langsung
tersurat
namun mereka tak mengerti
ingin mengerti
dan ku tak mau mengabarinya

ketika ku bercerita
tentang rasa yang merasuk
aku ingin teriak dan menangis

dia mengijinkanku tuk teriak
namun tak menangis

maksudnya
tak di mengerti
terimakasih
telah menyisihkan waktu mu tuk mendengar ku 


teriaklah jika kau mau



*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
bersanding begitu indah
merasuk dalam hati dan menggembirakan
senyum melebar diantara nya
mengembang tanpa paksaan
terus bergulir
terus berjalan
tak tersuratkan

dingin mulai mendekat diantara nya
berusaha ku tak menanggapinya
kau begita santai
entah apa yang memang dirasa

keberadaan mu tak di depan mata
karena sulit ku tuk menatap
meski terkadang berjumpa
ingin bersua lagi dengan nyaman
namun kesempatan itu belum terbangun

berdiam menahan semua keinginan
tuk terus bersua bersama
menuangkan segala imaji
yang sudah ingin segera terungkapkan
untuk ku mendapatkan jalan terindah



*Tsalisa Yuliyanti


Unknown
saat kau mulai mengutik
aku tersedu
berbunga dalam sanubari
mengingat mu itu menyenangkan
mengantarkanku lelap dalam mimpi

suatu kabar datang
berbicara padaku
tentang seseorang yang menginginkanmu
aku tertegun diam
bersedih dalam dekapan rasa yang telah merasuk
terlalu bising ku mendengar
curahan dia yang berbicara tentang mu
tentang keinginan nya bersanding denganmu

aku bersedih dalam dekapan rasa yang telah merasuk
tak tau apa tanggap mu
dan ketika berita lain datang
pun mengabari ku
tentang hal yang seirama

menusuk relungku lebih dalam lagi
aku ragu,
yakinkan aku
Aku menaruh rasa padamu

wahai sang Pujangga

 
 *Tsalisa Yuliyanti
Unknown
aku menanggiis
mendengarmu, mendengarnya, mendengar mereka
melihatmu, melihatnya, melihat mereka
merasakan setumpukukan beban yang burgulir dihadapku
kuat ku sesungguhnya  

tapi
beri ku waktu sejenak
aku ingin menangis
sendiri
tak dengan siapapun

jangan tanya kan mengapa
karena sesungguhnya aku pun tak mengerti

*Tsalisa Yuliyanti

Unknown
melihat sang senja
berleha di ufuk barat
menyiratkan rasa
merenungkan diri ini
menyembunyikan tubuh ini
dalam kurung itu
nafas terengah menyakitkan
sang rembulan tak kunjung datang

dalam kurung sang keong
aku tlah berserah
akan ragad yang tak berdaya
menangis meronta
mengharapkan iba dari sang tuan

wahai sang rembulan
lihat lah,
betapa lemah tubuh ini
raga yang meronta kesakitan

bebaskannnnn
bebaskannnnn
bebaskanlah tubuh ini
dari sang durjana
sang keong


*TSALISA YULIYANTI
Unknown
*) Telaah Sinkronis dan Diakronik
Sinkronis : menelaah bahasa secara satu kurun waktu tertentu saja
Dia kronis : menelaah bahas secara dua kurun waktu atau lebih, sepanjang masa, atau sepanjang zaman itu digunakan oleh para penuturnya.
menelaah suatu bahasa berdasarkan tujuannya
contoh,
1) Wanita = perempuan yang sudah dewasa
-pembahasan mengenai wanita dan perempuan apabila di telaah dari tahun sekitar 60 sampai sekarang merupakan contoh dari Diakronis
-pembahasan mengenai wanita dan peempuan apabila di telaah hanya pada saat sekarang ini saja merupakan contoh Sinkronis
2) berlayar = meakukan perjalanan dengan menggunakan perahu

*) Langue dan Parole
Longue : salah satu bahasa ( misalnya bahasa inggris, bahasa Prancis atau bahasa Indonesia) sebagai suatu sistem.
Parole : pemakaian atau realisasi langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa, sifatnya konkret karena parole itu tidak lain dari pada realitas fisis yang berbeda dar orang yang satu dengan yang lainnya.

*) Signifiant dan Signifie
1) Signifiant : citra bunyi atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran kita.
2) Signifie : pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita.
contoh :  wit = signifiant-parole ( citra bunyi )
  = signifie-langue ( citra makna )


*) Relasi Sintagmatik dan Paradigmatik
1) Relasi Sintagmatik : hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear.
2) Hubungan Paradigmatik : hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. Hubungan ini arahnya vertikal dan sering disebut hubungan in absentia. 



SEMOGA BERMAFAAT!!!

Unknown
terlukis indah senyum mu
bagaikan kumbang tak bernoda
dia dia dan dia tlah menginginkan hatimu
bersandar
terdiam
menarilah dengan mereka 
bergembiralah bersamanya
hindari penyesalan
jangan ada kekecewaan 
kuat kan prinsip itu
yang seutuhnya tak dimengerti
ingin ku mengerti
naMun jalan menahanku 
tuk tetap disini
tak melangkah
tak berjalan
tak jua berlari
menunggu sang kumbang meyakinkan


*Tsalisa Yuliyanti
Unknown

waktu membuatku terus berjalan
tak ku tau apa yang di maksud
tak sekian lama kau ada
merubah haluan ku
kau membangunnya begitu menarik
hingga ku tersipu
dan mengikutimu
buaian mu sungguh membuat ku tak mengerti
tak mengerti apa yang harus ku torehkan
hanya mengikuti alur
sang fajar yang mulai bersembunyi
sehaluan dengan ku
masih kosong pikiranku
dalam bentuk apakah ku harus berkarya
berawal dari manakah ku membuat titik pada si putih
aku sudah lelahhh
batinku terus bergejolakk
kini kau bersembunyi
akkkuuu bimbang
namunnn
ada yang memaksakkku
entah siapa, aku pun tak mengerti
dia membisikan pada ku
tuk berdiri

 

 *Tsalisa Yuliyanti


Unknown
TSALISA YULIYANTI nama lengkapku
LISA or TSALISA  biasa dipanggil
udah ya itu aja, biar jadi penasaran
bag yang penasaran
Unknown
matahari menghamburkan berkas terangnya

saat itu pula aku mulai terdiam

jarum jam mengarah ke angka tujuh

tetap saja ku membisu

kau tak ada dia berdiam saja mereka jua tak bersua

lalu bagaimana dengan saya sendiri

membisu sepi

 tak ada celah ku tuk berdiri

 meski tuntutan datang lagi dan lagi membangunkanku

meski dengan berat hati

secercah harapan terselip d benakku

tentang keadaanku diesok hari

memang sulit kau akui

karna memang ku membisu sendiri




*Tsalisa Yuliyanti